Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Cuaca Ekstrem Terjang Bangli, Longsor dan Bangunan Roboh
BERITABALI.COM, BANGLI.
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bangli 3 hari terakhir menyebabkan sejumlah bencana alam berupa longsor, bangunan roboh, dan pohon tumbang di beberapa lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat cuaca ekstrem ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa salah satunya terjadi di Banjar Kuta Dalem, Desa Sukawana. Cuaca ekstrem menyebabkan senderan halaman rumah warga jebol hingga merusak salah satu kamar bangunan. Bencana serupa juga terjadi di Banjar Linjong, Desa Tiga, di mana dua unit bangunan warga berupa garase dan gudang ambruk diterjang angin kencang.
Akibat kejadian tersebut, bangunan roboh menimpa satu unit mobil, empat unit sepeda motor, serta satu unit meja biliar milik warga. Selain itu, hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan satu pelinggih warga di Banjar Dinas Siladan, Desa Tamanbali, ikut ambruk.
Baca juga:
BMKG: Bali Siaga Hujan Lebat Hari Ini
Cuaca ekstrem juga memicu pohon tumbang di ruas jalan provinsi Bangli–Singaraja sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Pohon bambu tumbang turut dilaporkan terjadi di ruas jalan Penglipuran–Cekeng, yang menyebabkan hambatan sementara bagi pengguna jalan.
Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana, Rabu (25/2/2026) menyampaikan bahwa seluruh kejadian bencana dapat tertangani dengan baik berkat kolaborasi lintas instansi dan masyarakat.
“Mengingat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang masih berlangsung, kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati. Diharapkan dengan kerja sama dan kewaspadaan bersama, dampak bencana dapat diminimalisir,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun