Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
TPST Tahura Denpasar Kekurangan Tenaga Pilah Sampah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura I di sebelah barat TPA Suwung, Kota Denpasar, belum berjalan maksimal. Minimnya tenaga pemilah sampah membuat kapasitas pengolahan sampah hanya berkisar 35 hingga 45 ton per hari.
TPST Tahura I yang berada di sebelah barat TPA Suwung Denpasar telah beroperasi dengan mengelola sampah pemilahan, minimnya tenaga memilah mengharuskan hanya mampu 35 - 45 ton sampah per hari.
Kondisi ini terjadi sejak Desember 2025 tahun lalu dan tidak beroperasi secara maksimal akibat kurangnya tenaga kerja.
Kondisi ini diungkapkan pengawas TPST, Made Widya Adnyana Astawa, dari dua TPST yakni Tahura I dan II, kini yang baru beroperasi hanya TPST I dengan sejumlah mesin yang disiapkan. Sementara untuk TPST II masih menunggu pemasangan mesin dengan kapasitas yang besar.
Sampah yang ditampung dan kelola kebanyakan berasal dari beberapa depo di Denpasar Barat seperti depo Jalan Pulau Kawe, depo Monang Maning, depo Jalan Gunung Karang dan beberapa depo yang ada di kawasan Densel. Namun sangat disayangkan yang yang kemari seharusnya telah dipilah, nyatanya tak 100 persen terpilah.
Bila semua sampah ini telah dipilah sungguh sangat meringan kerja kita dan lebih cepat. Sehingga sebelum diolah kita kembali harus memilah kembali sampah sampah ini yang jadi kendala. Sampah plastik dan sampah organik maksimal sehari bisa mengelola 45 ton, namun rata-rata 35 ton.
Sampah organik yang masuk ke TPST ini diolah menjadi kompos, pelet, dan RDF, untuk kompos dibagikan kepada warga secara gratis. "Untuk RDF dan pelet dijual di kawasan Jalan Pulau Moyo Denpasar yang sudah ada yang menampungnya," papar Adnyana Astawa, Kamis (5/3/2026).
Mesin pengelolaan sampah yang ada disini, ada 3 mesin gibrig dan 2 mesin EBT yang dioperasikan. Ada mesin pelet, namun belum beroperasi karena kekurangan tenaga dan arus listrik belum kuat. Operasional TPST sejak pukul 05.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita, pekerjanya dibagi tiga shift.
Shift pagi dengan 48 pekerja, shift siang 33 pekerja dan sore 16 orang. Idealnya jumlah pekerja masih belum optimal, dalam satu shift minimal 60 orang. "Sulit mencari tenaga yang mau bekerja memilah sampah. Per orang dalam sehari minimal memilah 500 kg sampah dengan gajih di bawah UMR Denpasar," paparnya.
Saat ini sudah ada 3 mesin yang belum terpasang untuk TPST Tahura I dan II dengan total kapasitas 300 ton, masih menunggu mesin datang dan perakitannya. Untuk dua mesin di Tahura I dengan kapasitas masing-masing 100 ton, dan Tahura II satu mesin kapasitas 100 ton.
"Pengoperasian mesin masih menunggu daya listrik, karena dibutuhkan 1 megawatt, mesin inilah yang dijelaskan Wali Kota Denpasar dan diperlihatkan ke Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq pada kunjungan ke Denpasar," demikian Adnyana Astawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1694 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang