Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Buleleng Perbaiki 25 Jaringan Irigasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) melakukan perbaikan jaringan irigasi di sejumlah kecamatan pada tahun 2026.
Program ini didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali dengan total anggaran sekitar Rp4 miliar. Perbaikan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, Kamis (5/3) mengatakan bahwa perbaikan jaringan irigasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Perbaikan seluruh jaringan irigasi ini untuk memperkuat ketahanan pangan kita, karena pangan itu sangat penting. Pak Bupati juga punya program ketahanan pangan, pemerintah pusat juga menginstruksikan agar sawah harus dijaga,” ujarnya.
Adiptha menjelaskan bahwa keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan produksi pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan daerah, program ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ini terdapat sekitar 25 titik saluran irigasi yang sedang dalam proses perbaikan. Proyek tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan prioritas pada wilayah pertanian yang masih produktif.
“Ini bukan karena rusak akibat bencana saja, tapi memang untuk memperbaiki jaringan agar distribusi air lebih stabil dan lancar,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penguatan struktur saluran, memperpanjang jaringan irigasi yang terputus, hingga penanganan pada titik-titik yang dinilai kurang optimal dalam menyalurkan air ke lahan pertanian.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan ketersediaan air irigasi tidak hanya bergantung pada musim hujan, tetapi tetap terjaga saat musim kemarau sehingga petani dapat terus mengolah lahan pertanian mereka.
“Jadi bukan hanya saat musim hujan saja ada air, di musim kemarau pun harus tetap tersedia untuk mensuplai tanaman seperti padi dan palawija,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap program perbaikan jaringan irigasi ini mampu menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan