Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
HUT ke-422 Singaraja Angkat Kisah Ki Barak Panji Sakti Lewat Parade Budaya
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun ini akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan olahraga. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah parade budaya yang mengangkat perjalanan hidup Raja Buleleng, Ki Barak Panji Sakti.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, pada Jumat (6/3) mengatakan perayaan tahun ini mengusung tema “Bhineka Shanti Jagaditha.” Tema tersebut dinilai memiliki makna mendalam bagi masyarakat di Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, kata Bhineka menggambarkan keberagaman yang ada di Buleleng. Kabupaten yang berada di wilayah Bali Utara tersebut dikenal sebagai daerah yang heterogen dengan berbagai latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan. Sementara Shanti berarti suasana yang harmonis, dan Jagaditha bermakna kesejahteraan atau kemakmuran.
“Kalau dirangkaikan, maknanya masyarakat Buleleng tetap menjunjung tinggi keberagaman, menjaga keharmonisan, dan bersama-sama menuju kesejahteraan,” ujarnya.
Sutjidra menjelaskan, salah satu kegiatan utama dalam perayaan ini adalah parade budaya perjalanan Ki Barak Panji Sakti, yang melibatkan sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng.
Parade budaya tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (30/3) dengan rute Taman Kota Singaraja menuju Pelabuhan Tua Buleleng. Setiap kecamatan akan mengirimkan sekitar 100 peserta untuk mengikuti parade tersebut.
"Dalam parade ini ada 9 episode cerita dari Ki Barak Panji Sakti. Mulai dari masa kecil sang raja, hingga perjalanan yang mengarah pada terbentuknya Kota Singaraja. Paradenya dikemas seperti Pesta Kesenian Bali (PKB)," jelas Sutjidra.
Selain kegiatan budaya, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai agenda olahraga dan ekonomi kreatif. Salah satunya adalah Singaraja Run yang akan digelar di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.
Tidak hanya itu, rangkaian kegiatan juga mencakup pementasan budaya di RTH Taman Bung Karno, serta peluncuran produk kopi robusta Lemukih yang telah mendapatkan Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.
"Kopi Robusta lemukih ini punya cita rasa yang khas. Kami harap kopi ini bisa menjadi brand yang unggul, untuk meningkatkan nilai ekonomi petani dan pelaku usaha kopi di Buleleng," terang Sutjidra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang