Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Banjir Bandang di Banjar Buleleng Hanyutkan 4 Warga, 1 Ditemukan Tewas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng pada Jumat (6/3) malam memicu banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Peristiwa tersebut menyebabkan empat warga hanyut terseret arus sungai.
Berdasarkan data dari Pos SAR Buleleng, empat korban yang hanyut terseret banjir yakni Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) asal Dusun Santal, serta tiga warga Dusun Ambengan yaitu Komang Suci (44) bersama dua anaknya Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
Korban Dewa Ketut Adi Suarjaya berhasil ditemukan warga bersama petugas gabungan yang melakukan pencarian sekitar pukul 23.00 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tersangkut di semak-semak bambu.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Pratama Tangguwisia Seririt untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Dusun Santal, Ketut Sudiadika menjelaskan, korban Suarjaya terseret banjir saat berusaha menyelamatkan mobilnya yang terparkir di depan rumah. Namun tiba-tiba arus banjir membesar dan menyeret korban hingga ratusan meter.
"Warga beserta petugas gabungan melakukan pencarian dengan menyusuri Tukad Santal. Korban kemudian berhasil ditemukan sekitar pukul 23.00 WITA, tersangkut di semak bambu," terang Sudiadika.
Sementara itu, tiga korban lainnya hingga berita ini ditulis masih belum ditemukan. Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa mengatakan ketiga korban diduga hanyut setelah dinding rumah mereka jebol akibat dihantam banjir yang membawa potongan kayu besar.
Diduga ketiga korban panik saat banjir datang secara tiba-tiba sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
"Tiga warga kami masih dinyatakan hilang. Proses pencarian terus dilakukam oleh warga, dibantu SAR Buleleng dan TNI-Polri, dengan melakukan penyusuran di sepanjang Tukad Mendaum hingga ke arah pantai. Sejumlah rumah juga dilaporkan rusak. Masih kami data untuk jumlah pasti dan total kerugiannya," jelasnya.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang turut turun melakukan pencarian menyebut banjir bandang di Desa Banjar dipicu meluapnya air sungai di Tukad Mendaum setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.
"Hujan deras terjadi di daerah hulu. Sehingga daerah hilir terkena dampak. Jalan utama Singaraja-Seririt sempat lumpuh karena air dan lumpur mask ke jalan raya. Itu disebabkan larena jembatannya tersumbat. Empat warga di Desa Banjar juga dilaporkan hanyut, akibat meluapnya sungai Mendaum," kata Supriatna.
Selain menyebabkan korban hanyut, banjir juga sempat melumpuhkan jalur utama Singaraja–Seririt karena air bercampur lumpur meluber hingga ke badan jalan.
Supriatna berharap tiga korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Pemerintah daerah juga masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang tersebut.
"Kami akan data dulu dampak dari banjir ini. Mudah-mudahan tiga korban yang masih dinyatakan hilang, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang