Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Anjing Diduga Rabies Mengamuk di Pasar Buleleng, 12 Warga Digigit
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seekor anjing liar yang diduga terjangkit rabies mengamuk di Pasar Buleleng, Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Minggu (8/3/2026). Sebanyak 12 pengunjung pasar menjadi sasaran gigitan hewan tersebut.
Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan di area pasar yang saat itu sedang ramai aktivitas jual beli warga.
Lurah Kendran, Made Sumardika mengatakan saat kejadian pecalang yang membantu mengatur parkir di sekitar pasar melihat anjing berbulu coklat itu tampak agresif dan langsung menyerang pengunjung pasar, termasuk anak-anak yang berada di sekitar lokasi.
“Mayoritas korban merupakan warga yang sedang berbelanja di Pasar Buleleng. Setelah kejadian, mereka langsung dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Sumardika.
Sumardika menambahkan, pecalang bersama warga akhirnya berhasil mengeksekusi anjing tersebut untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Selain itu, pihak kelurahan juga berencana melakukan langkah antisipasi terhadap populasi anjing liar di sekitar pasar.
"Ada sekitar 20 anjing liar yang kerap berkeliaran utamanya saat malam hari. Kami masih menunggu persetujuan dari Dinas Pertanian untuk melakukan eliminasi," jelasnya.
Berdasarkan data sementara, 12 korban gigitan anjing liar tersebut berasal dari empat kelurahan berbeda di wilayah Kota Singaraja.
Tiga korban berasal dari Kelurahan Kampung Singaraja, satu orang dari Kelurahan Liligundi, lima orang dari Kelurahan Paket Agung, serta tiga lainnya dari Kelurahan Kendran.
Sebanyak 11 orang korban telah mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR) di RSUD Buleleng. Sementara satu korban dari Kelurahan Paket Agung masih menjalani perawatan karena mengalami patah tulang pada tangan kiri dan harus menjalani operasi akibat serangan tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat mengatakan tim dokter hewan dari Puskeswan Kecamatan Buleleng telah melakukan penanganan awal terhadap anjing tersebut.
Petugas juga telah mengambil sampel otak dari anjing tersebut guna memastikan apakah hewan tersebut terjangkit rabies atau tidak.
“Dilihat dari perilakunya memang mengarah pada gejala rabies. Namun untuk memastikan, kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap keberadaan anjing liar dan segera melapor kepada aparat lingkungan jika menemukan hewan yang menunjukkan perilaku mencurigakan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5760 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan