Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Dokter RSUD Tabanan Keluhkan Obat Pasien Kosong, Singgung Utang Rumah Sakit
BERITABALI.COM, TABANAN.
Rekaman suara berupa voice note yang berisi keluhan seorang dokter spesialis saraf di RSUD Tabanan beredar di kalangan internal rumah sakit. Dalam rekaman tersebut disebutkan bahwa obat jenis Citicoline dilaporkan habis.
Obat Citicoline diketahui digunakan untuk membantu memperbaiki dan melindungi fungsi saraf otak. Dalam rekaman yang beredar, dokter tersebut terdengar menyampaikan keluhan dengan nada emosional karena kesulitan menangani pasien ketika obat tidak tersedia. Ia juga menyinggung persoalan utang rumah sakit yang disebut cukup besar.
"Mohon maaf sebelumnya rumah sakit mau dibawa ke mana ya, ini Citicoline satu persatu obat sudah tidak ada di depo, karena kita tidak membayar ya, kemungkinan utang kita terlalu banyak," sebut dalam rekaman tersebut yang diketahui diunggah pada grup WhatsApp para direksi dan manajemen RSUD Tabanan pada Senin (9/3/2026).
Dokter senior yang telah mengabdi selama 26 tahun di RSUD Tabanan tersebut juga mengaku tidak diperbolehkan menyampaikan kepada pasien terkait ketiadaan obat.
Baca juga:
Konsultasi Publik Fasilitasi Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan Proyek KPBU RSUD Tabanan
"Baru kali ini merasakan situasi seperti ini entah apa yang menyebabkan saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu, yang saya tahu pelayanan terhadap pasien kita yang ada di RSUD Tabanan," keluhnya.
Setelah ditelusuri, dokter saraf yang menyampaikan keluhan tersebut diketahui adalah Ni Ketut Ayu Sudiariani. "Nggih, benar," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).
Ia membenarkan bahwa selama 26 tahun bekerja di RSUD Tabanan, baru kali ini merasakan kondisi yang dinilainya paling buruk dalam pelayanan kesehatan.
"Bagaimana kami sekarang lakukan terhadap pasien yang sudah terlanjur dirawat disini dan terlanjur sudah masuk di rumah kita," tanyanya.
Ia juga menyayangkan jika kondisi kekosongan obat tersebut harus dirasakan oleh pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Bagaimanakah kalau kalian menjadi pasien-pasien ini bagaimana nurani kalian, berikan jawaban di sini jangan ditumpuk masalahnya, siapa yang berwenang silakan," ujarnya dengan nada keras.
Dokter Ayu juga mengaku tidak khawatir apabila sikapnya berpotensi menimbulkan konsekuensi dari pihak rumah sakit.
"Saya mau diapakan saya siap, karena nurani saya tidak siap untuk bekerja dalam situasi seperti ini, silakan siapa yang berwenang, silakan, terima kasih," ucapnya.
Hingga saat ini, ia mengaku belum mengetahui apakah akan ada sanksi dari pihak rumah sakit terkait pernyataannya tersebut. Ia juga menyatakan siap menerima konsekuensi apabila memang ada keputusan dari manajemen.
"Info yang tyang sampaikan murni untuk kepentingan kesehatan/kesembuhan masyarakat Tabanan," ucapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun