Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Ribuan Jemaah Muhammadiyah di Buleleng Gelar Salat Id Usai Nyepi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Salat Idulfitri 1447 Hijriah dilaksanakan ribuan warga Muhammadiyah di halaman Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (20/3) pagi. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh toleransi, usai umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian.
Para jemaah mulai memadati lokasi sejak pukul 06.00 WITA. Mereka datang bersama keluarga dengan membawa perlengkapan ibadah. Sejumlah aparat kepolisian turut dikerahkan untuk pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas. Salat Idulfitri ini dipimpin Imam Royhanudin Islami Al Hafidz dan khatib Imam Syafi'i.
Dalam khutbahnya, Imam Syafi'i menyampaikan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki diri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
"Idulfitri bukan hanya hari kegembiraan, tetapi juga momen untuk kembali kepada kesucian," ujarnya di hadapan jemaah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan latar belakang bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling tolong-menolong.
"Perbedaan bukan untuk permusuhan, tetapi untuk saling membantu antar sesama," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buleleng, Moh Ali Susanto mengatakan pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini telah disesuaikan dengan situasi khusus di Bali yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan panduan kepada warga Muhammadiyah agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan khusyuk tanpa mengganggu kekhidmatan Nyepi.
Salah satu poin yang ditekankan yakni waktu pelaksanaan salat Idulfitri yang dilakukan setelah berakhirnya Catur Brata Penyepian.
"Jemaah berangkat menuju lokasi salat setelah pukul 06.00 Wita atau setelah berakhirnya Catur Brata Penyepian," ujarnya.
Selain itu, panitia penyelenggara juga diminta berkoordinasi dengan petugas setempat guna memastikan seluruh persiapan berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan.
"Imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3747 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1682 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang