Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ribuan Jemaah Muhammadiyah di Buleleng Gelar Salat Id Usai Nyepi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Salat Idulfitri 1447 Hijriah dilaksanakan ribuan warga Muhammadiyah di halaman Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (20/3) pagi. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh toleransi, usai umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian.
Para jemaah mulai memadati lokasi sejak pukul 06.00 WITA. Mereka datang bersama keluarga dengan membawa perlengkapan ibadah. Sejumlah aparat kepolisian turut dikerahkan untuk pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas. Salat Idulfitri ini dipimpin Imam Royhanudin Islami Al Hafidz dan khatib Imam Syafi'i.
Dalam khutbahnya, Imam Syafi'i menyampaikan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki diri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
"Idulfitri bukan hanya hari kegembiraan, tetapi juga momen untuk kembali kepada kesucian," ujarnya di hadapan jemaah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan latar belakang bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling tolong-menolong.
"Perbedaan bukan untuk permusuhan, tetapi untuk saling membantu antar sesama," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buleleng, Moh Ali Susanto mengatakan pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini telah disesuaikan dengan situasi khusus di Bali yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan panduan kepada warga Muhammadiyah agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan khusyuk tanpa mengganggu kekhidmatan Nyepi.
Salah satu poin yang ditekankan yakni waktu pelaksanaan salat Idulfitri yang dilakukan setelah berakhirnya Catur Brata Penyepian.
"Jemaah berangkat menuju lokasi salat setelah pukul 06.00 Wita atau setelah berakhirnya Catur Brata Penyepian," ujarnya.
Selain itu, panitia penyelenggara juga diminta berkoordinasi dengan petugas setempat guna memastikan seluruh persiapan berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan.
"Imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2570 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan