Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ribuan Jemaah Muhammadiyah di Buleleng Gelar Salat Id Usai Nyepi

Jumat, 20 Maret 2026, 13:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Ribuan Jemaah Muhammadiyah di Buleleng Gelar Salat Id Usai Nyepi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Salat Idulfitri 1447 Hijriah dilaksanakan ribuan warga Muhammadiyah di halaman Pelabuhan Tua Buleleng pada Jumat (20/3) pagi. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh toleransi, usai umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian.

Para jemaah mulai memadati lokasi sejak pukul 06.00 WITA. Mereka datang bersama keluarga dengan membawa perlengkapan ibadah. Sejumlah aparat kepolisian turut dikerahkan untuk pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas. Salat Idulfitri ini dipimpin Imam Royhanudin Islami Al Hafidz dan khatib Imam Syafi'i.

Dalam khutbahnya, Imam Syafi'i menyampaikan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki diri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

"Idulfitri bukan hanya hari kegembiraan, tetapi juga momen untuk kembali kepada kesucian," ujarnya di hadapan jemaah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan latar belakang bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling tolong-menolong.

"Perbedaan bukan untuk permusuhan, tetapi untuk saling membantu antar sesama," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buleleng, Moh Ali Susanto mengatakan pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini telah disesuaikan dengan situasi khusus di Bali yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan panduan kepada warga Muhammadiyah agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan khusyuk tanpa mengganggu kekhidmatan Nyepi.

Salah satu poin yang ditekankan yakni waktu pelaksanaan salat Idulfitri yang dilakukan setelah berakhirnya Catur Brata Penyepian.

"Jemaah berangkat menuju lokasi salat setelah pukul 06.00 Wita atau setelah berakhirnya Catur Brata Penyepian," ujarnya.

Selain itu, panitia penyelenggara juga diminta berkoordinasi dengan petugas setempat guna memastikan seluruh persiapan berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan.

"Imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami