Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Penjelasan BRIN-BMKG soal Cahaya Misterius di Langit Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan benda bercahaya di langit Bali pada Sabtu (11/4) malam ramai beredar di media sosial. Fenomena tersebut terlihat dari sejumlah wilayah, mulai dari Denpasar, Gianyar hingga Badung.
Kemunculan cahaya terang dengan ekor memanjang itu sempat memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Namun, penjelasan ilmiah segera diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa fenomena tersebut berasal dari peluncuran roket milik China.
"Itu peluncuran roket China Smart Dragon-3 atau Jielong-3 pada 11 April 2026 pukul 18.32 WIB," ujar Thomas.
Roket tersebut diluncurkan dari wilayah Pantai Yangjiang, Guangdong, China, dengan lintasan yang melintasi kawasan Indonesia.
"Jielong adalah roket berbahan bakar padat yang meluncur sampai ketinggian 500 kilometer," jelasnya.
Ia menerangkan, jejak cahaya putih yang terlihat di langit merupakan gas buang roket saat melintas di atmosfer atas menuju ruang angkasa.
"Misalnya adalah peluncuran satelit internet pada orbit sun-synchronous," imbuh Thomas.
Baca juga:
Venus dan Jupiter "PDKT" Tampak Seperti Dua Cahaya Terang, Begini Menurut Astrologi Hindu
Penjelasan lain datang dari BMKG melalui Stasiun Geofisika Malang. Kepala stasiun, Ricko Kardoso menyebut fenomena tersebut bukan rudal.
"Bukan rudal, analisa awal menunjukkan objek tersebut kemungkinan besar adalah sampah antariksa (space debris) atau tahap roket yang terbakar (re-entry) saat memasuki atmosfer bumi," kata Ricko.
Ia menjelaskan, bentuk cahaya menyerupai ubur-ubur yang tampak di langit dikenal sebagai fenomena space jellyfish. Fenomena ini terjadi akibat pantulan sinar matahari pada gas buang roket di ketinggian saat langit di permukaan bumi sudah gelap.
"Efek dari space jellyfish adalah cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas yang lebar, sering kali disebabkan oleh roket China, seperti Long March CZ-3B yang memantulkan cahaya matahari di ketinggian saat bumi sudah gelap," ucap dia.
Fenomena serupa sebelumnya juga tercatat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Lampung dan Natuna dalam beberapa pekan terakhir. Wilayah khatulistiwa memang menjadi jalur lintasan satelit dan benda antariksa yang kerap masuk kembali ke atmosfer.
Ricko pun mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi kejadian tersebut. "Masyarakat tidak perlu khawatir ya terhadap fenomena itu," ujarnya.
Sebelumnya, video penampakan benda bercahaya itu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @malang_kidulan.
"Warga Malang Selatan digegerkan dengan fenomena langit diduga rudal, pada pukul 18.46 WIB (Sabtu, 11 April 2026). Dalam video jaraknya sangat jauh dan bergerak cepat secara horizontal," tulis narasi pada unggahan tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1570 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun