Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penjelasan BRIN-BMKG soal Cahaya Misterius di Langit Bali

Senin, 13 April 2026, 12:58 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Medsos Wiranjayakesuma/Penjelasan BRIN-BMKG soal Cahaya Misterius di Langit Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan benda bercahaya di langit Bali pada Sabtu (11/4) malam ramai beredar di media sosial. Fenomena tersebut terlihat dari sejumlah wilayah, mulai dari Denpasar, Gianyar hingga Badung.

Kemunculan cahaya terang dengan ekor memanjang itu sempat memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Namun, penjelasan ilmiah segera diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa fenomena tersebut berasal dari peluncuran roket milik China.

"Itu peluncuran roket China Smart Dragon-3 atau Jielong-3 pada 11 April 2026 pukul 18.32 WIB," ujar Thomas.

Roket tersebut diluncurkan dari wilayah Pantai Yangjiang, Guangdong, China, dengan lintasan yang melintasi kawasan Indonesia.

"Jielong adalah roket berbahan bakar padat yang meluncur sampai ketinggian 500 kilometer," jelasnya.

Ia menerangkan, jejak cahaya putih yang terlihat di langit merupakan gas buang roket saat melintas di atmosfer atas menuju ruang angkasa.

"Misalnya adalah peluncuran satelit internet pada orbit sun-synchronous," imbuh Thomas.

Penjelasan lain datang dari BMKG melalui Stasiun Geofisika Malang. Kepala stasiun, Ricko Kardoso menyebut fenomena tersebut bukan rudal.

"Bukan rudal, analisa awal menunjukkan objek tersebut kemungkinan besar adalah sampah antariksa (space debris) atau tahap roket yang terbakar (re-entry) saat memasuki atmosfer bumi," kata Ricko.

Ia menjelaskan, bentuk cahaya menyerupai ubur-ubur yang tampak di langit dikenal sebagai fenomena space jellyfish. Fenomena ini terjadi akibat pantulan sinar matahari pada gas buang roket di ketinggian saat langit di permukaan bumi sudah gelap.

"Efek dari space jellyfish adalah cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas yang lebar, sering kali disebabkan oleh roket China, seperti Long March CZ-3B yang memantulkan cahaya matahari di ketinggian saat bumi sudah gelap," ucap dia.

Fenomena serupa sebelumnya juga tercatat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Lampung dan Natuna dalam beberapa pekan terakhir. Wilayah khatulistiwa memang menjadi jalur lintasan satelit dan benda antariksa yang kerap masuk kembali ke atmosfer.

Ricko pun mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi kejadian tersebut. "Masyarakat tidak perlu khawatir ya terhadap fenomena itu," ujarnya.

Sebelumnya, video penampakan benda bercahaya itu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @malang_kidulan.

"Warga Malang Selatan digegerkan dengan fenomena langit diduga rudal, pada pukul 18.46 WIB (Sabtu, 11 April 2026). Dalam video jaraknya sangat jauh dan bergerak cepat secara horizontal," tulis narasi pada unggahan tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami