Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kawanan Lebah Serbu Tol Bali Mandara, Ini Penjelasan BKSDA

Minggu, 19 April 2026, 23:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kawanan Lebah Serbu Tol Bali Mandara, Ini Penjelasan BKSDA.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Para pengguna jalan Tol Bali Mandara dikejutkan dengan kemunculan kawanan lebah dalam jumlah besar di beberapa titik jalur tol, Minggu siang. Fenomena ini langsung menarik perhatian pengendara yang melintas.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa kemunculan lebah tersebut merupakan fenomena alami yang dikenal sebagai swarming, yakni proses perpindahan koloni lebah.

"Perubahan cuaca, suhu, hingga kondisi habitat dapat memicu koloni lebah berpindah untuk mencari tempat baru yang lebih ideal," jelasnya.

Secara ilmiah, lebah merupakan serangga sosial yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Fenomena ini juga diperkuat oleh penjelasan akademisi dari Universitas Udayana, yang menyebutkan bahwa musim pancaroba, suhu panas, dan angin kencang menjadi faktor utama perpindahan koloni.

Lokasi Tol Bali Mandara yang berdekatan dengan kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai di Teluk Benoa turut menjadi faktor pendukung kemunculan kawanan lebah tersebut.

"Kawasan tersebut merupakan habitat alami lebah yang kaya akan sumber nektar," ucapnya.

Selain itu, struktur bangunan tol seperti kolong dan terowongan dinilai memberikan perlindungan dari cuaca ekstrem serta gangguan predator, sehingga menjadi tempat ideal bagi lebah untuk singgah maupun membangun sarang sementara.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, BKSDA Bali memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius akibat kejadian ini.

"Aktivitas lebah juga bersifat sementara dan tidak menunjukkan perilaku agresif secara masif," terangnya.

Namun demikian, kemunculan kawanan lebah sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di beberapa titik. BKSDA Bali mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu atau mencoba mengusir kawanan lebah, karena dapat memicu perilaku agresif.

"BKSDA Bali akan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola tol dan aparat setempat. Edukasi kepada masyarakat juga akan dilakukan jika diperlukan," paparnya.

Ia menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari proses adaptasi alami lebah terhadap perubahan lingkungan dan bukan sesuatu yang berbahaya jika disikapi dengan bijak.

"Masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Pengendara diminta mengurangi kecepatan saat melintasi area terdampak serta menggunakan perlindungan diri, terutama bagi pengendara sepeda motor," tutup Ratna Hendratmoko.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami