Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Kawanan Lebah Serbu Tol Bali Mandara, Ini Penjelasan BKSDA
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para pengguna jalan Tol Bali Mandara dikejutkan dengan kemunculan kawanan lebah dalam jumlah besar di beberapa titik jalur tol, Minggu siang. Fenomena ini langsung menarik perhatian pengendara yang melintas.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa kemunculan lebah tersebut merupakan fenomena alami yang dikenal sebagai swarming, yakni proses perpindahan koloni lebah.
"Perubahan cuaca, suhu, hingga kondisi habitat dapat memicu koloni lebah berpindah untuk mencari tempat baru yang lebih ideal," jelasnya.
Secara ilmiah, lebah merupakan serangga sosial yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Fenomena ini juga diperkuat oleh penjelasan akademisi dari Universitas Udayana, yang menyebutkan bahwa musim pancaroba, suhu panas, dan angin kencang menjadi faktor utama perpindahan koloni.
Lokasi Tol Bali Mandara yang berdekatan dengan kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai di Teluk Benoa turut menjadi faktor pendukung kemunculan kawanan lebah tersebut.
"Kawasan tersebut merupakan habitat alami lebah yang kaya akan sumber nektar," ucapnya.
Selain itu, struktur bangunan tol seperti kolong dan terowongan dinilai memberikan perlindungan dari cuaca ekstrem serta gangguan predator, sehingga menjadi tempat ideal bagi lebah untuk singgah maupun membangun sarang sementara.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, BKSDA Bali memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius akibat kejadian ini.
"Aktivitas lebah juga bersifat sementara dan tidak menunjukkan perilaku agresif secara masif," terangnya.
Namun demikian, kemunculan kawanan lebah sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di beberapa titik. BKSDA Bali mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu atau mencoba mengusir kawanan lebah, karena dapat memicu perilaku agresif.
"BKSDA Bali akan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola tol dan aparat setempat. Edukasi kepada masyarakat juga akan dilakukan jika diperlukan," paparnya.
Ia menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari proses adaptasi alami lebah terhadap perubahan lingkungan dan bukan sesuatu yang berbahaya jika disikapi dengan bijak.
"Masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Pengendara diminta mengurangi kecepatan saat melintasi area terdampak serta menggunakan perlindungan diri, terutama bagi pengendara sepeda motor," tutup Ratna Hendratmoko.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1704 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1580 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1520 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun