Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kawanan Lebah Serbu Tol Bali Mandara, Ini Penjelasan BKSDA
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para pengguna jalan Tol Bali Mandara dikejutkan dengan kemunculan kawanan lebah dalam jumlah besar di beberapa titik jalur tol, Minggu siang. Fenomena ini langsung menarik perhatian pengendara yang melintas.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa kemunculan lebah tersebut merupakan fenomena alami yang dikenal sebagai swarming, yakni proses perpindahan koloni lebah.
"Perubahan cuaca, suhu, hingga kondisi habitat dapat memicu koloni lebah berpindah untuk mencari tempat baru yang lebih ideal," jelasnya.
Secara ilmiah, lebah merupakan serangga sosial yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Fenomena ini juga diperkuat oleh penjelasan akademisi dari Universitas Udayana, yang menyebutkan bahwa musim pancaroba, suhu panas, dan angin kencang menjadi faktor utama perpindahan koloni.
Lokasi Tol Bali Mandara yang berdekatan dengan kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai di Teluk Benoa turut menjadi faktor pendukung kemunculan kawanan lebah tersebut.
"Kawasan tersebut merupakan habitat alami lebah yang kaya akan sumber nektar," ucapnya.
Selain itu, struktur bangunan tol seperti kolong dan terowongan dinilai memberikan perlindungan dari cuaca ekstrem serta gangguan predator, sehingga menjadi tempat ideal bagi lebah untuk singgah maupun membangun sarang sementara.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, BKSDA Bali memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius akibat kejadian ini.
"Aktivitas lebah juga bersifat sementara dan tidak menunjukkan perilaku agresif secara masif," terangnya.
Namun demikian, kemunculan kawanan lebah sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di beberapa titik. BKSDA Bali mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu atau mencoba mengusir kawanan lebah, karena dapat memicu perilaku agresif.
"BKSDA Bali akan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola tol dan aparat setempat. Edukasi kepada masyarakat juga akan dilakukan jika diperlukan," paparnya.
Ia menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari proses adaptasi alami lebah terhadap perubahan lingkungan dan bukan sesuatu yang berbahaya jika disikapi dengan bijak.
"Masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Pengendara diminta mengurangi kecepatan saat melintasi area terdampak serta menggunakan perlindungan diri, terutama bagi pengendara sepeda motor," tutup Ratna Hendratmoko.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan