Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Anggun di Atas Ombak, Peselancar Berkebaya Rayakan Hari Kartini di Pantai Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Menyambut Hari Kartini, belasan peselancar wanita kompak menjajal ombak di Pantai Kuta, Badung, pada Minggu, 19 April 2026 pagi.
Aksi mereka terlihat unik, karena para peselancar yang sebagian besar remaja ini mengenakan busana kebaya lengkap dengan kain bawahan khas perempuan di era perjuangan.
Meski mengenakan pakaian tradisional, para peserta tetap terlihat lincah meliuk-liuk menaklukkan deburan ombak di pesisir Pantai Kuta.
Sejumlah peselancar mengaku tetap merasa nyaman meski tidak menggunakan pakaian khusus surfing saat berada di atas papan selancar.
"Saya udah ikut dari 2020. Pertama kali saya ikut, ya, memang kayak susah banget berdiri, karena pakaian dikenakan ketat, tapi next year-nya saya coba lagi dan bisa," jelasnya.
Peserta lainnya, Archelya Kasih Pradjawasita, menyampaikan bahwa dirinya telah tiga kali mengikuti kegiatan surfing dengan mengenakan kebaya.
"Saya sudah ikut tiga kali. Pasti awalnya ada, ya kendala, karena kan bajunya juga. Kita enggak biasa. Tapi akhirnya juga seru-seru aja," ucapnya.
Keduanya berharap semakin banyak perempuan yang tertarik mencoba surfing tanpa rasa takut, termasuk soal warna kulit akibat paparan matahari.
"Untuk perempuan Indonesia, saya cuma mau menyampaikan jangan takut matahari, enjoy aja. Kalau kulit hitam itu enggak apa-apa, kita tuh tetap cantik apa adanya," sebut keduanya kompak.
Sementara itu, pelaksana kegiatan, Bagus Made Irawan yang akrab disapa Piping, menjelaskan bahwa kegiatan peselancar wanita berkebaya ini telah rutin digelar sejak 2010.
Menurutnya, kegiatan ini selain menghadirkan sesuatu yang berbeda, juga sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada sosok Kartini.
"Ya, ingin membuat sesuatu beda aja. Kalau orang surfing pakai bikini, itu sudah biasa, serta pakai board short udah biasa. Kalau bangsa Indonesia harus bangga dengan Kartini kita. Makanya tahun 2010 saya coba ide itu, jalan, akhirnya berhasil di Pantai Kuta ini," paparnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga membawa pesan khusus, tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki untuk menghargai peran perempuan dalam kehidupan.
"Kalau pesan khusus mungkin buat untuk perempuan Indonesia dengan kegiatan seperti ini, sebenarnya bukan.Akan tetapi, bukan untuk perempuannya, tapi justru untuk para kaum laki-lakinya punya pesan khusus. Kita nggak pernah ada di sini tanpa Kartini. Ibu saya adalah, kartini, jadi ini adalah perwujudan terima kasih saya kepada ibu saya, semua, dan kalian semuanya," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3730 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang