Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Tembus Ekspor, Gerokgak Disiapkan Jadi Kampung Bandeng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Komoditas ikan bandeng dari pesisir Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, terus menunjukkan potensinya di pasar internasional. Setelah berhasil menembus pasar Malaysia dan Filipina, Pemerintah Kabupaten Buleleng kini menargetkan wilayah Gerokgak menjadi sentra produksi atau "Kampung Bandeng" yang diakui secara nasional.
Potensi tersebut berasal dari budidaya ikan bandeng di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Sumberklampok. Dari total 16 kolam aktif yang dikelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah, sekitar 3 ton ikan bandeng telah berhasil dipanen.
Secara keseluruhan, produksi bandeng dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai 8 ton dengan ukuran siap ekspor. Ikan yang dibudidayakan selama hampir enam bulan itu memiliki klasifikasi berat sekitar 3 hingga 4 ekor per kilogram, sesuai standar pasar premium.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan keberhasilan budidaya bandeng di Sumberklampok tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.
"Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi contoh atau model yang memotivasi kelompok-kelompok lainnya dalam mengembangkan budidaya ikan bandeng, khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak," ujar Sutjidra, dikonfirmasi Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan budidaya bandeng tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat sektor perikanan Buleleng. Terlebih, saat ini lebih dari 60 kelompok nelayan telah aktif terlibat dalam pengembangan budidaya bandeng di wilayah Gerokgak.
Dengan dukungan sumber daya laut yang melimpah serta kualitas produk yang telah diterima pasar luar negeri, Pemkab Buleleng optimistis Gerokgak mampu berkembang menjadi kawasan unggulan produksi bandeng di Bali bahkan Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan budidaya bandeng yang dimulai sejak Desember lalu mampu menghasilkan panen dalam waktu lima hingga enam bulan berkat kondisi perairan yang mendukung.
Selain memperkuat sektor budidaya, pemerintah juga mendorong hilirisasi produk melalui pengembangan usaha bandeng cabut duri guna meningkatkan nilai tambah hasil perikanan masyarakat.
"Proyek demplot percontohan ini bertujuan memaksimalkan potensi laut demi ekonomi masyarakat pesisir. Tidak hanya berfokus di sektor hulu, program ini juga mendorong hilirisasi melalui unit usaha bandeng cabut duri guna mendongkrak nilai jual produk," kata Melandrat.
Ia menambahkan, keberhasilan demplot budidaya bandeng premium di Sumberklampok diharapkan dapat menjadi model pengembangan perikanan pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat posisi Buleleng sebagai daerah penghasil bandeng berkualitas ekspor.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli