Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Mal di Denpasar Tekan Emisi 1.224 Ton Lewat Energi Surya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam momentum Bulan Surya Sedunia yang diperingati setiap Mei, Living World Denpasar menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih melalui pemanfaatan energi surya dan berbagai program keberlanjutan yang diterapkan di kawasan pusat perbelanjaan tersebut.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi bagian dari strategi menciptakan operasional yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
General Manager Living World Denpasar, Maria Lucia Lazuardi, mengatakan Hari Surya Sedunia menjadi momentum penting untuk mengingatkan peran energi terbarukan dalam mendukung masa depan yang lebih hijau.
“Melalui implementasi panel surya dan berbagai inisiatif hijau lainnya, kami ingin menghadirkan dampak positif nyata, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Sejak mulai beroperasi pada 10 April 2024, sebanyak 905 unit panel surya telah dipasang di area rooftop Living World Denpasar dengan total kapasitas mencapai 500 KWP. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nyata mendukung transisi energi bersih sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi di pusat perbelanjaan.
Hingga saat ini, sistem panel surya tersebut telah memberikan dampak lingkungan yang signifikan dengan total penghindaran emisi karbon mencapai 1.224 ton CO2e.
Capaian tersebut setara dengan pengurangan penggunaan batubara sebanyak 572 ton atau manfaat lingkungan yang setara dengan daya serap karbon oleh sekitar 55.600 pohon dalam kurun waktu satu tahun.
Selain mengandalkan energi terbarukan, Living World Denpasar juga menerapkan berbagai teknologi hemat energi melalui desain bangunan yang mendukung pencahayaan alami.
Penggunaan Low-E Skylight Glass dan double laminated ceramic fritted glass memungkinkan cahaya matahari masuk secara optimal ke dalam bangunan sehingga membantu menekan konsumsi listrik secara signifikan.
Sebanyak 95 persen sistem penerangan di pusat perbelanjaan tersebut kini telah menggunakan lampu LED hemat energi. Sementara pada sistem pendingin udara, Living World Denpasar menerapkan Chiller Plant System dengan ceramic bearing yang mampu menghemat hingga 20 persen energi listrik dan mencegah emisi lebih dari 1.160 ton CO2 setiap tahun.
Upaya keberlanjutan juga diterapkan dalam pengelolaan sumber daya air. Living World Denpasar memanfaatkan sistem daur ulang air kondensasi AC, pengolahan air limbah, serta penampungan air hujan melalui detention pond.
Melalui sistem tersebut, penghematan air yang dihasilkan setiap tahun setara dengan kapasitas 35 kolam renang standar Olimpiade.
Tidak hanya itu, pengelolaan sampah juga menjadi fokus utama dalam mendukung konsep ekonomi sirkular. Living World Denpasar bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjalankan program daur ulang material yang masih memiliki nilai guna, mulai dari botol plastik, sumpit sekali pakai, hingga tusuk sate berbahan bambu.
Baca juga:
Dari Desa Pelintasan ke Destinasi Wisata Dunia, Desa Keliki Bangkit Berkat PLTS dan TPS3R
Program ini bertujuan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Ke depannya, kami akan terus menghadirkan berbagai inisiatif berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong gaya hidup yang lebih sadar lingkungan. Melalui langkah ini, Living World Denpasar ingin terus berkembang sebagai destinasi lifestyle dan retail yang modern sekaligus berkelanjutan,” tutup Maria.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli