Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Airlangga Pastikan Bali Jadi Lokasi Pusat Finansial, Kura Kura Bali dan KEK Sanur Disiapkan

Jumat, 26 Juni 2026, 09:56 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Setpres/Airlangga Pastikan Bali Jadi Lokasi Pusat Finansial, Kura Kura Bali dan KEK Sanur Disiapkan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pemerintah memastikan Bali tetap menjadi lokasi utama pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau International Financial Center (IFC). Dua kawasan yang telah dipersiapkan sebagai pusat pengembangan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dan KEK Sanur.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk mengembangkan pusat finansial internasional di luar Pulau Bali.

"Lokasi PFII nantinya kita siapkan di Bali. Kalau untuk di tempat lain selain Bali, kami belum tentukan," kata Airlangga saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (24/6/2026).

Selain KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur, pemerintah juga membuka peluang menambah satu lokasi lagi di Bali sebagai bagian dari pengembangan PFII. Namun, kawasan yang akan dipilih masih dalam tahap kajian.

"Tapi di Bali, kemungkinan bisa 3 titik," ujar Airlangga.

Saat ini, pemerintah masih memfokuskan penyusunan landasan hukum melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII. Proses tersebut menjadi tahapan awal sebelum penyusunan regulasi teknis mengenai operasional pusat finansial internasional.

"Kita bentuk undang-undangnya dulu, setelah itu, baru kita atur teknisnya," jelas Airlangga.

PFII dirancang sebagai kawasan jasa keuangan berdaya saing global dengan berbagai insentif, termasuk kebijakan perpajakan yang kompetitif. Pemerintah menargetkan pusat finansial ini mampu menarik investasi internasional seperti yang berhasil dilakukan Singapura maupun Dubai.

"Kalau kita sekarang dengan tradisional investasi kan satu tahun kira-kira Rp2.200 triliun untuk investasi. Tapi bandingkan dengan negara Singapura mereka bisa menarik investasi terkait dengan financial center mereka naiknya berkali-kali lipat. Begitu juga di Dubai, investasinya per tahun bisa mencapai US$800 miliar," ungkapnya.

Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif di dua kawasan yang diproyeksikan menjadi lokasi PFII. Hingga kuartal I 2026, KEK Kura Kura Bali telah membukukan realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Sementara itu, KEK Sanur mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp5,37 triliun hingga kuartal I 2026. Kawasan tersebut juga telah menyerap 5.444 tenaga kerja dan menerima kunjungan sebanyak 279.804 wisatawan.

Pengembangan PFII di Bali diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan internasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor pariwisata dan ekonomi di Pulau Dewata.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami