Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Duta Badung Tampilkan Wayang Kulit Kresna Duta Durjana di PKB 2026

Selasa, 7 Juli 2026, 17:21 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok/Duta Badung Tampilkan Wayang Kulit Kresna Duta Durjana di PKB 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sanggar Seni Dhanan Jaya Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, mewakili Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Pementasan berlangsung di depan Gedung Kriya Art Center, Denpasar, Senin (6/7/2026).

Sebanyak 29 seniman terlibat dalam pertunjukan wayang kulit klasik bertajuk Kresna Duta Durjana, yang mengangkat kisah dari epos Mahabharata tentang dilema Maharaja Yudistira saat harus berhadapan dengan saudara, keluarga, dan gurunya sendiri dalam peperangan.

Dalam cerita tersebut, Yudistira akhirnya diyakinkan oleh Prabu Kresna, atas dorongan Bima, bahwa kejahatan harus dilawan demi menegakkan dharma. Puncak kisah menggambarkan pesan bahwa pengabdian seorang ksatria diwujudkan melalui keberanian berjuang hingga akhir demi memuliakan atma.

Dalang sekaligus Ketua Sanggar Seni Dhanan Jaya, I Made Ariawan, mengatakan pemilihan lakon Kresna Duta Durjana disesuaikan dengan tema PKB XLVIII Tahun 2026, yakni Atma Kerthi.

"Karena sang ksatria yadnya-nya adalah di medan perang. Mati mendapatkan swarga, hidup akan mendapatkan kejayaan. Maka dari itu, sang ksatria tidak boleh mundur dalam medan peperangan. Hidup dan mati harus dipertaruhkan di sana. Begitu juga dalam tema Atma Kerthi ini, kita harus memberikan jalannya atma bagaimana perjalanan atma itu agar menemukan tempat yang terbaik," ujar Made Ariawan ditemui sebelum pementasan.

Menurutnya, lakon tersebut juga mengandung pesan moral mengenai pentingnya menghargai keberadaan atma, baik selama masih berada dalam tubuh manusia maupun setelah meninggalkan kehidupan dunia.

"Di sini banyak ada petuah bagaimana cara kita menyayangi badan kita, atman yang ada dalam diri, dan juga bagaimana menyiapkan perjalanan atman ketika sudah lepas dari badan kita sendiri," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian seni, tradisi, dan budaya Bali melalui partisipasi para seniman di ajang PKB.

"Pemerintah Kabupaten Badung pasti selalu mensupport penuh seniman terkait dengan pelestarian seni, tradisi, dan budaya di Bali". Ujar Gede Sukadana.

Ia menilai seni pewayangan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai filosofi yang dapat dijadikan pedoman dalam membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda.

"Ketika berbicara masalah wayang, di sana banyak filosofis-filosofis hidup yang perlu dijadikan acuan oleh krama Badung dan termasuk juga di dalamnya generasi muda Badung untuk membangun sebuah karakter, ya. Untuk membangun sebuah karakter yang bisa mencintai yang telah diwariskan oleh leluhur kita, agar kita juga sebagai generasi muda bisa melestarikan," tutup I Gede Sukadana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Diskominfo Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami