Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Mobil Sedot Tinja Bangli Mangkrak, DPRD Soroti Potensi PAD

Minggu, 11 Oktober 2026, 10:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Dua Mobil Sedot Tinja Bangli Mangkrak, DPRD Soroti Potensi PAD.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Dua unit mobil sedot tinja bantuan pemerintah pusat hingga kini belum beroperasi. Kondisi tersebut menjadi sorotan DPRD Bangli karena armada yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu berpotensi menjadi aset mubazir, padahal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, menyayangkan belum difungsikannya dua unit mobil tersebut. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perencanaan pengadaan yang belum matang karena tidak disertai kesiapan sarana dan prasarana pendukung.

Padahal, layanan penyedotan tinja tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat, tetapi juga memiliki peluang ekonomi melalui retribusi jasa pelayanan.

“Ini menggambarkan bahwa segala sesuatunya tidak direncanakan dengan matang, sehingga bantuan menjadi mubazir,” ujar Suastika, Minggu (11/10/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten Bangli seharusnya tidak menjadi alasan untuk membiarkan kedua armada tersebut terus menganggur.

Menurutnya, sejak awal proses pengadaan, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis semestinya sudah memperhitungkan kebutuhan fasilitas pendukung agar kendaraan dapat langsung dimanfaatkan setelah diterima.

“Kemarin begitu ada pengadaan, seharusnya sarana dan prasarana pendukungnya sudah disiapkan sekalian,” tegasnya.

Suastika mendesak OPD terkait segera menyusun langkah konkret agar dua mobil sedot tinja tersebut bisa beroperasi. Salah satu upaya yang perlu dikaji adalah pembangunan IPLT sebagai fasilitas pengolahan lumpur tinja.

Namun, rencana pembangunan fasilitas tersebut harus melalui kajian yang matang, termasuk penentuan lokasi agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Selain kesiapan fasilitas, kondisi teknis kedua mobil juga perlu diperiksa sebelum dioperasikan. Mengingat sudah cukup lama tidak digunakan, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kendaraan masih layak jalan dan tidak membutuhkan biaya perbaikan yang terlalu besar.

Jasa Sedot Tinja Berpotensi Tambah PAD Bangli

Suastika melihat peluang usaha jasa penyedotan tinja di Kabupaten Bangli cukup menjanjikan. Selama ini, masyarakat maupun sejumlah fasilitas publik masih kerap mengandalkan layanan penyedotan tinja dari luar daerah, seperti Denpasar.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten Bangli untuk menghadirkan layanan sendiri melalui pemanfaatan dua unit mobil bantuan pemerintah pusat.

Jika dikelola secara optimal, layanan sedot tinja milik pemerintah daerah tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat, tetapi juga membuka potensi penerimaan daerah melalui retribusi pelayanan.

Dengan demikian, keberadaan dua unit mobil tersebut semestinya tidak berhenti sebagai aset pengadaan, melainkan dapat menjadi sarana peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pendapatan daerah.

“Untuk lokasi IPLT harus dikaji dulu dengan matang agar jangan menimbulkan permasalahan ke depannya,” harap Suastika.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: DPRD Bangli



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami