Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Dua Mobil Sedot Tinja Bangli Mangkrak, DPRD Soroti Potensi PAD
BERITABALI.COM, BANGLI.
Dua unit mobil sedot tinja bantuan pemerintah pusat hingga kini belum beroperasi. Kondisi tersebut menjadi sorotan DPRD Bangli karena armada yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu berpotensi menjadi aset mubazir, padahal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, menyayangkan belum difungsikannya dua unit mobil tersebut. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perencanaan pengadaan yang belum matang karena tidak disertai kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Padahal, layanan penyedotan tinja tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat, tetapi juga memiliki peluang ekonomi melalui retribusi jasa pelayanan.
“Ini menggambarkan bahwa segala sesuatunya tidak direncanakan dengan matang, sehingga bantuan menjadi mubazir,” ujar Suastika, Minggu (11/10/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten Bangli seharusnya tidak menjadi alasan untuk membiarkan kedua armada tersebut terus menganggur.
Menurutnya, sejak awal proses pengadaan, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis semestinya sudah memperhitungkan kebutuhan fasilitas pendukung agar kendaraan dapat langsung dimanfaatkan setelah diterima.
“Kemarin begitu ada pengadaan, seharusnya sarana dan prasarana pendukungnya sudah disiapkan sekalian,” tegasnya.
Suastika mendesak OPD terkait segera menyusun langkah konkret agar dua mobil sedot tinja tersebut bisa beroperasi. Salah satu upaya yang perlu dikaji adalah pembangunan IPLT sebagai fasilitas pengolahan lumpur tinja.
Namun, rencana pembangunan fasilitas tersebut harus melalui kajian yang matang, termasuk penentuan lokasi agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Selain kesiapan fasilitas, kondisi teknis kedua mobil juga perlu diperiksa sebelum dioperasikan. Mengingat sudah cukup lama tidak digunakan, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kendaraan masih layak jalan dan tidak membutuhkan biaya perbaikan yang terlalu besar.
Jasa Sedot Tinja Berpotensi Tambah PAD Bangli
Suastika melihat peluang usaha jasa penyedotan tinja di Kabupaten Bangli cukup menjanjikan. Selama ini, masyarakat maupun sejumlah fasilitas publik masih kerap mengandalkan layanan penyedotan tinja dari luar daerah, seperti Denpasar.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten Bangli untuk menghadirkan layanan sendiri melalui pemanfaatan dua unit mobil bantuan pemerintah pusat.
Jika dikelola secara optimal, layanan sedot tinja milik pemerintah daerah tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat, tetapi juga membuka potensi penerimaan daerah melalui retribusi pelayanan.
Dengan demikian, keberadaan dua unit mobil tersebut semestinya tidak berhenti sebagai aset pengadaan, melainkan dapat menjadi sarana peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pendapatan daerah.
“Untuk lokasi IPLT harus dikaji dulu dengan matang agar jangan menimbulkan permasalahan ke depannya,” harap Suastika.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Bangli
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4677 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan