Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
200 Hipnoterapis Siap Terjun Pulihkan Trauma Korban Bencana Sumatera
BERITABALI.COM, JAKARTA.
Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera mendapat dukungan luas dari komunitas hipnoterapi nasional.
Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) resmi mengerahkan para hipnoterapis untuk memberikan layanan dukungan psikososial bagi para penyintas.
Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional bertajuk “Bergerak Bersama, Pulihkan Indonesia.”
Sekretaris Umum Dewan Pengurus Nasional KITA IHC, komunitas alumni Indonesian Hypnosis Centre (IHC), I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya, menyampaikan bahwa para relawan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.
“Sebagai bagian dari organisasi profesi PKHI, ribuan alumni pelatihan hipnosis dari lembaga IHC siap mendukung dengan penggalangan donasi finansial dan menyiapkan relawan untuk turun ke lapangan memberi layanan dukungan psikososial dan sesi hipnoterapi gratis,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Menurut Dewa, penanganan kondisi psikologis korban bencana harus dilakukan secara cepat dan terstruktur. Ia menegaskan bahwa pemulihan mental merupakan komponen penting dalam mengembalikan kehidupan masyarakat pascabencana.
PKHI dalam pernyataan resminya juga menyampaikan duka mendalam atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Organisasi ini menilai bahwa kerusakan fisik hanyalah sebagian dari keseluruhan dampak yang dirasakan para korban.
Banyak penyintas menghadapi beban psikologis berat, mulai dari rasa kehilangan, kebingungan, hingga trauma mendalam yang berpotensi menghambat proses pemulihan.
Ketua Umum DPP PKHI, Avifi Arka, bersama Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Joko Purnomo, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek pembangunan fisik, tetapi juga penguatan mental masyarakat.
“Trauma tidak kasat mata, tetapi dampaknya sangat nyata,” kata Avifi.
PKHI juga memberi perhatian khusus terhadap masyarakat Aceh yang berpotensi mengalami kebangkitan memori kolektif tragedi Tsunami 2004.
“Trauma lama yang bertemu dengan luka baru dinilai dapat memperberat tekanan psikologis, sehingga intervensi mental harus dilakukan segera,” ujar Avifi.
Sebagai organisasi yang aktif dalam penguatan kesehatan mental, PKHI telah menjalin kemitraan dengan berbagai kementerian, antara lain Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Sosial, serta Kementerian Ketenagakerjaan.
PKHI juga memiliki pengalaman terlibat langsung dalam penanganan psikososial di berbagai bencana besar, seperti Gempa Lombok, Tsunami Palu, Gempa Cianjur, hingga Erupsi Gunung Merapi.
Dalam misi kemanusiaan kali ini, PKHI membuka dua bentuk dukungan. Pertama, donasi finansial yang digunakan untuk kebutuhan darurat, pemulihan korban, serta mendukung tugas relawan di lapangan. Kedua, layanan dukungan psikososial dan sesi hipnoterapi gratis dari para relawan terlatih.
Sebanyak 200 hipnoterapis bersertifikat BNSP saat ini telah disiapkan untuk diterjunkan ke lokasi pengungsian setelah izin resmi diberikan. Mereka akan memberikan layanan pemulihan mental yang aman, terstandar, dan profesional.
“Memulihkan jiwa adalah bagian penting dari memulihkan kehidupan,” ujar Joko Purnomo.
PKHI juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam membantu pemulihan para penyintas melalui donasi ke rekening Bank Mandiri nomor 1610002066137 atas nama Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai donasi dan dukungan dapat diakses melalui Call Centre PKHI: 0853-3924-0000.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang