Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
34,5 Persen Remaja di Denpasar Perokok Aktif
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil survey Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mencatat sekitar 34,5 persen remaja umur 13 sampai 22 tahun merupakan perokok aktif. Dalam penelitian yang dilakukan pada Mei-September 2011 dan melibatkan 149 responden juga menunjukkan 98,5 persen perokok merupakan remaja laki-laki.
Peneliti dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Made Kerta Duana menyebutkan data yang lebih mengejutkan adalah 60 persen remaja yang merokok di Denpasar masih berstatus pelajar SMP. Para remaja tersebut memiliki tingkat kecanduan rokok yang cukup parah.
“Ternyata remaja mulai merokok pada saat mulai ke kamar mandi, jadi di WC mereka pertama mulai merokok, jadi bukan setelah makan, bukan setelah kerja, pertama itu justru setelah bangun ke kamar mandi, mereka buang air besar sambil merokok, bayangkan ketagihan pada rokok melebihi pada ketagihan untuk makan dan minum,” jelas Made Kerta Duana.
Duana menambahkan dari hasil penelitian juga didapatkan fenomena yaitu 69 persen remaja yang memiliki anggota keluarga perokok maka kemungkinan remaja tersebut menjadi perokok lebih besar 3,2 kali dari remaja yang di dalam keluarganya tidak ada yang merokok
.
Data lainnya menyebutkan, 70 persen perokok aktif berasal dari keluarga menengah ke bawah.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6902 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3516 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan