Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Ada Ogoh-ogoh dan 'Fashion Show' dari Hasil Bumi di Banyuwangi
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Ada yang unik dari Kaliploso Horticulture Carnival 2022 di Banyuwangi, karena selain ada peragaan busana dari aneka tanaman, sayuran, buah, dan dedaunan, juga ada ogoh-ogoh naga dari hasil bumi.
Warga sepanjang jalan Desa Kaliploso Cluring, Banyuwangi pada Rabu 12 Oktober 2022 itu pun berbondong-bondong menyaksikan atraksi tersebut.
Ratusan warga mulai anak-anak hingga dewasa totalitas beradu kreativitas membuat berbagai kostum, ogoh-ogoh, gunungan, dan lainnya yang semuanya terbuat berbagai jenis hortikultura.
Ada yang mengenakan kostum dari daun kelapa, dengan bermahkotakan daun pisang. Ada juga yang mengenakan sayap dari jagung, kalung dari buah tomat, dan bermahkota buah semangka.
Terlihat juga ogoh-ogoh berbentuk naga yang terbuat dari buah-buahan dan dedaunan. Ada juga berbagai gunungan buah-buahan dan sayuran.
"Ini sangat menarik dan kreatif. Bagaimana warga bahu-membahu membuat kostum, ogoh-ogoh, dan gunungan yang semuanya berbahan holtikultura," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (13/10/2022).
"Kami sangat salut apalagi karnaval ini merupakan inisiatif warga dan dibiayai secara swadaya oleh masyarakat," tambah Ipuk.
Ipuk mengatakan, selain menjadi daya tarik tersendiri, ajang ini juga untuk menjaga harmonisasi antar warga. Bagaimana warga bahu-membahu dan bergotong royong membuat berbagai kreasi.
"Kegiatan seperti ini harus dijaga untuk memupuk persaudaraan antar masyarakat. Terima kasih warga Kaliploso," kata Ipuk.
Karya-karya yang diperagakan di karnaval hortikultura ini mengangkat hasil bumi dari Desa Kaliploso. Buah dan sayuran yang menjadi aksesoris utama merupakan hasil panen dari sawah dan kebun warga.
"Selain bentuk syukur warga, kegiatan ini juga untuk mengangkat potensi pertanian desa kami," kata Kepala Desa Kaliploso Rudi Hartono.
Rudi mengatakan kegiatan ini semua bahan merupakan hasil kebun dan hasil bumi petani setempat.
"Semuanya dari lahan pekarangan rumah, kebun dan sawah milik petani bukan beli, tapi panenan sendiri," tambah Rudi. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1680 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang