Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Adik Kadus Tewas Gantung Diri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Diduga lantaran belitan utang jutaan rupiah akhirnya mengantarkan Nyoman Kertayasa (24) tewas bunuh diri. Adik kandung Kepala Dusun (Kadus) Klatakan, Melaya, Wayan Sukarma ditemukan tewas tergantung pada pohon coklat di belakang rumahnya dengan menggunakan tali nilon plastik warna hijau.
Dari informasi yang dikumpulkan, petani warga Dusun Klatakan, Melaya ini ditemukan telah terbujur kaku oleh Sukarma, sekitar pukul 07.00 pada Selasa (14/4) saat dia menjalankan rutinitasnya mencari pakan sapi di kebun coklat di belakang rumahnya. “Entah kenapa tiba-tiba saya kok menoleh ke atas dan saya melihat adik saya sudah tergantung di pohon coklat,” kata Sukarma.
Melihat adiknya tergantung, Sukarma berteriak minta tolong. Kontan teriakan Sukarma ini memancing kehadiran warga sekitar untk memberikan pertolongan untuk menurunkan tubuh korban yang tergantung di pohon coklat itu. Setelah diturunkan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Menurut keterangan istrinya, Luh Parmi (20) selama berkeluarga dirinya sering mendengar keluhan suaminya yang telah memberinya seorang putri berusia 5 bulan. “Selama berkeluarga kami memang hidup dalam kondisi serba kekurangan karena penghasilan suami saya sebagai petani pas-pasan. Untuk menutupi kebutuhan hidup suami saya sering pinjam uang di krama atau di keluarga besarnya,” terangnya.
Lanjut Parmi utang yang menumpuk hingga mencapai jutaan rupiah ini sering dijadikan beban pikiran karena belum mampu melunasinya. “Mungkin beban itu yang selalu dipikirkan suami saya hingganekad gantung diri. Tapi bagaimana lagi, saya berniat membantu mencari kerja tapi anak kami masih kecil,” kata Luh Parmi.
Kapolsek Melaya AKP Nengah Mandi seijin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Selasa (14/4) membenarkan kejadian tersebut. Menurut Mandi, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Luh Putu Suartini, dokter di Puskesmas Melaya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban murni meninggal karena gantung diri,” tandas Mandi. (dey)
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan