Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Anak Kasih Kain Untuk Usap Air Mata Ibu Saat Menangis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hati ibu mana yang tak tersentuh saat sang anak berniat menenangkan saat ia menangis. Seperti yang dialami perempuan di TikTok ini.
Pada video yang diunggah oleh pemilik akun @tiazulkarnain1, seorang perempuan tengah menangis sambil video call ibunya. Kemudian sang anak yang terlihat masih balita itu menyodorkan benda untuk mengelap air mata sang ibu yang video call dengan neneknya.
"Jadi kan aku lagi cerita sama mama soal problem aku sama orang kan ya, anak aku lagi tidur tiba-tiba bangung car aku keluar kamar, dapetin aku lagi nangis," ungkap perempuan tersebut pada videonya.
"Dia refleks ambil kain buat lap air mata aku, terharu," tambahnya.
Namun bentuk dari lap air mata yang diberikan Si Anak malah bikin gagal fokus.
"Tapi hanya pakai keset kaki, lagi nangis malah enggak jadi nangis," tambahnya lagi.
Video yang diunggah Jumat (4/2/2022) itu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Anaknya pinter banget, hatinya peka. Tapi ngakak banget dong pake kain lap," komentar warganet.
"Terharu tapi ngakak," imbuh warganet lain.
"Anakku pernah liat aku nangis, trus dipeluk sama dia sambil bilang, enggak papa, Nda. Jangan nangis lagi, eh malah jadi tambah kejer nangisnya," balas lainnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1788 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun