Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
Ancam Sebar Video Asusila Karena Diputusin, Seorang Pemuda Diburu Polisi
beritabali.com/ist/suara.com/Ancam Sebar Video Asusila Karena Diputusin, Seorang Pemuda Diburu Polisi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pria berinisial R (18) di Jember, Jawa Timur, tidak terima diputuskan oleh kekasihnya. Warga Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu bahkan mengancam sang kekasih bakal menyebarkan video hubungan badan mereka berdua.
Seperti diberitakan Beritajatim.com - jaringan Suara.com, hubungan badan itu terjadi enam kali dan dilakukan suka sama suka. Selain itu R mengancam akan memberitahu orang tua si kekasih soal hal ini.
“Dengan ancaman itu, harapannya R tidak diputus,” kata Kepala Unit Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Sektor Sumberbaru Ajun Inspektur Satu Susanto, Kamis (15/4/2021).
Ancaman ini tak bertahan lama. Sang perempuan yang masih berusia di bawah 17 tahun ini mengaku sendiri kepada sang ibu soal hubungan mereka.
“Si perempuan didesak-desak, mengaku bahwa sudah beberapa kali melakukan hubungan badan. Akhirnya dilaporkanlah ke polsek,” kata Susanto.
Kikinian pihak kepolisian masih melakukan pengjaran terhadap R. Dia bakal dijerat pasal Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.
Bagaimana dengan video rekaman asusila R dan kekasihnya? “Sempat katanya ada rekaman. Cuma saya belum pernah mendapatkan rekaman itu,” kata Susanto.
Polisi masih menyelidiki keberadaan rekaman video itu. (sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 614 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 501 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan