Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Bali Dicoret untuk Venue Piala Dunia U-17, Trauma Ditolak Saat Piala Dunia U-20?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bali dan Palembang dicoret dalam usulan venue gelaran Piala Dunia U-17 2023. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengungkap alasannya.
Erick Thohir mengatakan PSSI telah mengusulkan empat kota sebagai tuan rumah. Kota-kota tersebut seluruhnya berada di Pulau Jawa yakni Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.
Usulan PSSI kepada FIFA disebut Erick Thohir terkait Piala Dunia U-17 2023 hanya berlangsung di Pulau Jawa sangat terkait dengan persiapan yang mepet.
Sebagai informasi, Indonesia ditunjuk FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 untuk menggantikan Peru yang mundur karena masalah infrastruktur dan bencama alam.
Alhasil, persiapan Indonesia untuk menghelat ajang ini sangatlah singkat dan terkini cuma memiliki waktu kurang lebih 100 hari lagi.
Sebelumnya ada tujuh kota dengan delapan stadion yang direncanakan dipakai yaitu Jakarta (Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium), dan Bandung (Stadion Si Jalak Harupat).
Serta ada Bogor (Stadion Pakansari), Solo (Stadion Manahan), Surabaya (Stadion Gelora Bung Tomo), Bali (Stadion Kapten I Wayan Dipta), dan Palembang (Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring).
Namun, dengan mempertimbangkan risiko dan singkatnya persiapan, Bali dan Palembang pada akhirnya tidak diusulkan PSSI kepada FIFA.
“Kita usulkan delapan stadion, terutama enam yang sudah direnovasi untuk U-20, tambah dua. Dari hasil kesepakatan budgeting tadi, ya kita lihat sepertinya dikerucutkan jadi empat stadion,” kata Erick Thohir dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (2/8/2023) malam.
“Memang ya kembali konteksnya kembali ini tinggal 100 hari, kita gak mau ambil risiko hal-hal yang justru nanti jadi bumerang ketika pada hari H kita gak siap,” tambahnya.
Empat kota yang digunakan, kata Erick Thohir, Jakarta dan Bandung akan menggelar masing-masing dua grup, sementara Solo dan Surabaya akan menggelar masing-masing satu grup.
Dari enam grup yang ada di Piala Dunia U-17, masing-masing grup akan berisi empat tim peserta.
“Diskusi dengan FIFA tadi kita mengusulkan dua grup di Jakarta, dua grup di Bandung, satu grup di Solo, satu grup di Surabaya, semifinal dan final di Solo, pembukaan di Jakarta, timnas di Jakarta, itu yang kita usulkan,” jelas Erick.
“Konsekuensinya kalau ada dua grup di Jakarta dan Bandung, tempat latihan harus ditambah. Di Bandung ada tiga sampai empat tempat latihan mungkin harus ditambah satu. Di Jakarta harus ditambah dua,” tambahnya.
Erick menjelaskan bahwa FIFA optimis dengan usulan empat stadion di empat kota untuk Piala Dunia U-17 2023. Meski demikian, dia mengakui induk sepak bola internasional itu juga punya hitung-hitungannya sendiri.
“FIFA confidence empat stadion ini bisa, mereka punya perhitungan sendiri dan kita punya usulan sendiri,“ kata Erick.
“Hari ini tinggal 100 hari menuju pembukaan Piala Dunia U-17. Jadi memang benar-benar waktunya sangat mepet, ya kita pastikan kita bisa sukseskan Piala Dunia U-17 dengan baik, dengan fasilitas dan persiapan tim yang baik,” tambah Erick Thohir terkait usulan Piala Dunia U-17 2023 hanya di Pulau Jawa. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2258 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 952 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun