Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Baru Diluncurkan, Kripto Terra 2.0 Dibobol Hacker Rugi Rp11 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Belum lama hancurnya nilai Tessa USD (UST) yang membuat pasar kripto anjlok beberapa saat lalu, kini ekosistem Terra kembali menelan pil pahit usai mengalami kerugian besar dengan peristiwa depeg atau kegagalan pasak nilai UST yang disusul dengan ambruknya nilai Terra (LUNA).
Melansir Blockchain Media, bug yang terjadi usai update Terra 2.0 tersebut dimanfaatkan hacker untuk mencuri kripto Terra USD (UST) senilai US$800 ribu setara Rp11,6 milyar.
Saat ini, Tim Terraform Labs dikabarkan tengah berusaha memulihkan kondisi terkait melalui fork dan meluncurkan Terra versi 2.0, yang diaktifkan pada Jum’at (27/05/2022) lalu.
Namun demikian, belakangan Terra 2.0 mendapatka sentimen negatif dari investor yang terlanjur kecewa dengan proyek Terra LUNA.
Bahkan, saat Terraform Labs meluncur Terra 2.0 yang digadang-gadang lebih baik dari pendahulunya bahkan bernasib tragis di tangan hacker.
Melansir Watcher, bug fatal itu sempat ditemukan oleh pengguna-pengguna lain yang turut berusaha menuai untung. Tetapi tim Anchor Protocol berhasil mengidentifikasi celah tersebut dan menutupnya. Pengguna yang berusaha melakukan eksploitasi hanya mendapatkan pemberitahuan error.
Namun demikian, Tim Anchor memilih bungkam saat seorang pengguna Twitter bernama Vae Victis memberikan detil lengkap soal aktivitas peretas berdasarkan data pelacak transaksi Terra Finder. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1788 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun