Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 26 September 2026
Bentara Budaya Kupas Sejarah Peradaban Bali Utara
Rabu, 31 Mei 2017,
21:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pada penghujung bulan Mei, Bentara Budaya Bali (BBB) kembali menggelar program Bali Tempo Doeloe (BTD), sebuah agenda yang memutar seri-seri dokumenter tentang Bali, dipadukan dengan diskusi bersama para pengamat dan pemerhati budaya guna memaknai perubahan kondisi Bali dari masa ke masa. BTD seri ke-17 mengetengahkan tajuk “Peradaban Pesisir Bali Utara”, berlangsung Rabu (31/5) pukul 19.00 WITA di Jalan Prof. Ida Bagus Mantra No. 88A , bypass Ketewel, Gianyar, Bali.
Tampil sebagai narasumber ialah Dr. I Putu Gede Suwitha, SU, Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ia pernah menulis tentang “Islam di Bali : dari Akulturasi Sampai Ortodoks” (1998), “Sejarah Maritim: Suatu Tentang ke Depan” (2004), “Bali dari Sisi Lain” (2010), “Identitas Bali Kontemporer” (2012) dan lain-lain.
Ia telah melakukan berbagai penelitan, diantaranya tentang Kesenian Baris Cina, Masyarakat Multikultural Budaya Bali, termasuk mengenai Sejarah dan Kebudayaan Bugis di Sulawesi Selatan.
BTD merupakan agenda dialog berkala dan berkelanjutan yang telah digelar sedari tahun 2013. Tidak hanya mengetengahkan sisi eksotika dari Bali masa silam, melainkan juga menyoroti problematik yang menyertai pulau ini selama aneka kurun waktu, termasuk kemungkinan refleksinya bagi masa depan.
Kali ini akan dibincangkan perihal kehidupan masyarakat yang hidup di daerah Pesisir Bali Utara atau Buleleng, berikut aneka potensi serta warisan kulturalnya. Program ini akan dimaknai pemutaran dokumenter tentang Buleleng, termasuk dari seri dokumentasi Bali 1928 yang didukung oleh STMIK STIKOM Bali dan Arbiter Cultural Traditions.
Pesisir Bali Utara memiliki potensi kelautan yang cukup besar. Perairan Bali Utara memiliki luas ± 3.850,03 km², meliputi perairan pantai sepanjang Kabupaten Buleleng. Potensi lestari sumberdaya ikan diperkirakan 24.606,0 ton/tahun. Selain dalam bidang perikanan, pesisir Bali Utara juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata, seperti di kawasan Lovina dan kawasan Pemuteran.
Selain potensi kelautan, Pesisir Bali Utara juga memegang peranan penting dalam sejarah Bali. Dahulu, di pesisir Bali Utara terdapat dermaga terbesar di Pulau Bali yang dikenal sebagai Pelabuhan Buleleng.
Awalnya merupakan sebuah pelabuhan alam yang dalam catatan sejarah merupakan pintu masuk pergaulan global bagi masyarakat Bali. Pada sekitar abad ke-17 dan juga pada masa Hindia Belanda berikutnya, pelabuhan ini merupakan pintu masuk utama ke Pulau Dewata.
Masyarakat sekitar pesisir Bali Utara ini mengalami pergaulan lintas kultur sekaligus terjadi berbagai akulturasi, yang jejak dan peninggalannya hingga kini masih dapat ditemukan dan dipelajari.
Pada tahun 1846, Belanda mulai menduduki bagian Bali utara, kemudian Buleleng sempat menjadi ibu kota Kepulauan Sunda Kecil dan ibu kota Bali sampai tahun 1958. Di Buleleng tercatat ada berbagai bangunan historis yang mencerminkan dinamika panjang dari peradaban pesisir Bali Utara, semisal adanya Pura-Pura tertentu seperti Gambur Anglangyang, merefleksikan pergaulan global sedini itu; juga bangunan-bangunan klenteng; Pusat Dokumentasi Lontar yang sohor Gedong Kirtya, dan lain-lain.
Buleleng juga mencatat dinamika kesenian yang marak sedini itu bahkan hingga sekarang ini, seperti: Gong Kebyar, Topeng Prembon, Janger Menyali, dan Wayang Wong Tejakula yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Tidak Benda. Di Buleleng terdapat juga desa-desa Bali Aga atau Bali Mula seperti: Desa Sidatapa, Desa Cempaga, Desa Tigawasa, Desa Pedawa dan Desa Banyusri.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8434 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5805 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3630 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2455 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026