Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Bukti Baru AS Mulai 'Dijauhi' Dunia: Jerman
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jerman menjadi "bukti baru" perlahan negara-negara menjauhi Amerika Serikat dan mendekati Cina. Laporan The New York Times dikutip Jumat (14/4/2023) saat AS berusaha untuk membatasi hubungan ekonomi dengan Cina, dua perusahaan besar asal Jerman, Volkswagen (VW) dan BASF, malah memperluas investasi besar mereka di Negeri Tirai Bambu.
"Tanpa bisnis di Cina, restrukturisasi yang diperlukan di sini tidak akan mungkin terjadi," kata Chief Executive BASF, Martin Brudermüller, kepada wartawan di konferensi pendapatan tahunan perusahaannya pada Februari.
"Sebutkan saya hanya satu investasi di Eropa tempat kami dapat menghasilkan uang," katanya lagi.
Ia juga mengatakan pendapatan dari Cina memungkinkan perusahaan untuk secara efektif mengimbangi kerugian dari biaya energi yang tinggi di Eropa. Termasuk peraturan lingkungan yang ketat.
Hal yang sama juga disampaikan eksekutif di Volkswagen, yang secara pribadi mengakui produsen mobil itu berada dalam kesulitan yang sama. Biaya energi dan tenaga kerja yang tinggi membuat perusahaan sangat bergantung pada penjualan dari Cina untuk membantu menanggung operasi di Eropa.
Di seluruh Jerman, para eksekutif menyadari bahwa investasi semacam itu bertentangan dengan upaya AS untuk mengisolasi Cina secara ekonomi. Tapi, perusahaan membantah, pendapatan dari Cina 'sangat penting' bagi bisnis mereka untuk berkembang dan tumbuh di Eropa.
Volkswagen sendiri- yang memiliki lebih dari 40 pabrik di Cina- mengumumkan akan menyesuaikan model dengan keinginan pelanggan Cina, seperti fitur mesin karaoke in-dash. Produsen mobil ini juga akan menginvestasikan miliaran dalam kemitraan lokal dan lokasi produksi.
Ini adalah bagian dari rencana yang diresmikan VW tahun lalu. Awalnya mereka mengusung tema "Di Cina untuk Cina".
Sementara perusahaan kimia BASF, dengan 30 fasilitas produksi di Cina, berencana membelanjakan 10 miliar euro atau sekitar Rp162 triliun untuk kompleks produksi kimia baru di Cina.
Ukurannya akan menyaingi kompleks kantor pusat besarnya di Ludwigshafen, yang memiliki luas sekitar empat mil persegi.
Jerman dilaporkan bergantung pada Cina untuk menyediakan produk teknologi penting, termasuk ponsel dan LED, serta bahan mentah, termasuk litium dan elemen tanah jarang. Ini sangat penting bagi rencana Jerman untuk melakukan transisi ke energi dan transportasi yang lebih bersih.
Dengan penjualan perdagangan luar negeri sebesar 297,9 miliar euro tahun lalu, Cina telah menjadi mitra dagang terbesar Jerman selama tujuh tahun berturut-turut. Tetapi defisit perdagangan Jerman dengan Cina semakin miring, sebuah tren yang memburuk selama gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh pandemi virus corona.
Tahun lalu, impor dari Cina meningkat sepertiga, menjadi 191 miliar euro. Sedangkan ekspor hanya tumbuh 3 persen, menjadi 107 miliar euro.
Satu bidang di mana Jerman telah lama mendominasi hubungan dengan Cina adalah industri otomotif. Pembuat mobil Jerman, termasuk BMW dan Mercedes-Benz, menjual sekitar sepertiga dari semua kendaraan yang mereka produksi di Cina, melebihi penjualan di seluruh Eropa Barat.
Tetapi data terbaru menunjukkan bahwa Jerman tampaknya kehilangan cengkeramannya di pasar Cina. Terutama karena popularitas kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri melonjak.
"Kami ingin memiliki pendekatan positif ke Cina. Bukan pendekatan anti-Cina," kata penasihat ekonomi Kanselir Jerman Olaf Scholz, Jörg Kukies, mengatakan pada pertemuan para pemimpin perdagangan Jerman dan Amerika.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2258 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 951 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun