Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Bus Arema Diserang, Asisten Pelatih Dibawa ke Rumah Sakit
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bus yang membawa pemain dan ofisial Arema FC dilempari batu di Sleman hingga kaca-kacanya pecah. Selain beberapa pemain, Asisten Pelatih Kuncoro juga terluka di bagian lutut.
"Yang kita tahu adalah Asisten Pelatih Arema Kuncoro yang mengalami luka di lutut," ujar Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto dalam keterangannya, Kamis (26/1/2023).
Kuncoro dilarikan ke RS JIH Solo untuk mendapatkan perawatan. Sebab, ia mengalami luka yang cukup serius di lututnya. Luka tersebut akibat pecahan kaca dan lemparan batu.
"Beberapa yang terluka terkena pecahan kaca dan lemparan. Termasuk Asisten Pelatih Kuncoro harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," imbuh Tatang.
Tatang memastikan semua pemain dan ofisial dalam kondisi selamat. Tatang juga menyebut, beberapa pemain yang mengalami luka di antaranya Adilson Maringa dan Achmad Figo. Mereka mengalami luka di tangan.
Ia menjelaskan, Manajemen Arema telah meminta tim medis untuk memastikan lebih jauh soal kondisi semuanya. Baik pemain maupun ofisial.
"Lebih jauh lagi terkait kondisi pastinya, tim medis akan melakukan pemeriksaan," ungkapnya.
Peristiwa pelemparan bus terjadi usai laga PSS Sleman vs Arema. Laga itu digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman pada Kamis (26/1/2023) pukul 16.00 WIB. Laga berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. (Sumber: Detik.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4524 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2338 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1045 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun