Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
China Kerahkan Pasukan Bersenjata Demi Pertahankan Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Pertahanan China Wei Fenghe serukan perjuangan untuk menghentikan deklarasi kemerdekaan Taiwan. Dalam pidatonya, Wei mengancam pihak mana pun yang ingin memecah-belah China.
"Kami akan berjuang dengan segala cara dan kami akan berjuang sampai akhir. Ini adalah satu-satunya pilihan bagi China," kata Wei dalam pidatonya di pertemuan puncak keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Minggu (12/6) seperti dikutip dari AFP.
"Mereka yang mengejar kemerdekaan Taiwan dalam upaya untuk memecah China pasti tidak akan berakhir dengan baik," lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menyebut China melakukan kegiatan militer yang "provokatif, tidak stabil" di dekat pulau itu.
Di samping itu, ia juga berkata China melakukan pendekatan yang semakin "koersif dan agresif" terhadap klaim wilayah maritimnya yang luas di Asia Pasifik.
Seperti dilansir dari Al Jazeera, dalam pidatonya di gelaran serupa sehari sebelum Wei berpidato, Austin menekankan AS berkomitmen pada "tatanan internasional berbasis aturan" dan akan bekerja dalam kemitraan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
Austin berkata kebijakan AS atas Taiwan, sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri dan diklaim China sebagai miliknya, tetap sama.
"Tapi, sayangnya, sepertinya tidak berlaku untuk Republik Rakyat China (RRC). Langkah RRC mengancam untuk merusak perdamaian dan stabilitas. Itu bukan hanya kepentingan AS, ini masalah perhatian internasional," ujarnya..
Wei pun merespons pernyataan Austin dalam sebuah pidato. Pun dia mengancam dengan mengerahkan pasukan bersenjata untuk menjaga keutuhan wilayahnya.
"Tidak seorang pun boleh meremehkan telad dan kemampuan angkatan bersenjata China untuk menjaga integritas teritorialnya," imbuhnya.
Ketegangan AS-China tengah meningkat terutama karena peningkatan jumlah serangan udara China ke zona pertahanan udara Taiwan.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4467 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2259 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1015 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 952 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun