Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Dampak Virus Corona, Industri Penerbangan Kena Imbas Signifikan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dampak wabah virus Corona yang melanda negara China, ternyata tidak hanya terjadi pada sektor pariwisata saja, tetapi juga berimbas juga pada sektor jasa penerbangan.
[pilihan-redaksi]
Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena mengatakan, meski jadwal penerbangan tidak terlalu banyak menuju ke negara China namun mempunyai dampak yang cukup signifikan.
Ia menyebut jika dalam kondisi biasa penerbangan ke China bisa mencapai 56 kali penerbangan dalam perbulan. Sedangkan, pada kondisi ramai bisa mencapai 70 kali penerbangan perbulan menuju negara China.
"Penerbangan menuju China bisa dilayani sebanyak 9 kota dengan rata-rata 189 seat. Bahkan sebelum adanya virus Corona merebak, tercatat hampir setiap penerbangan penuh atau hampir 100%. Makanya saat-saat tertentu, ada extraflight tujuan ke Negara China," jelasnya.
Maka itu, kata dia, dalam mengisi kekosongan seperti saat ini, maka penerbangan terpaksa dialihkan ke rute-rute domestik.
"Misal rute Jakarta-Malang baru melayani satu kali penerbangan dalam sehari, yang nanti akan dibuka. Kemungkinan 2 kali penerbangan dalam sehari, dari Jakarta ke Lampung, ada penerbangan rute juga ke Pontianak, Pangkal Pinang dan lain-lain," sebutnya.
Jefferson berharap, kepada pemerintah setidaknya dapat memperhatikan industri penerbangan juga. Dimana, salah satunya dengan menambah insentif untuk mengiatkan industri penerbangan.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1845 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun