Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Dana 3,1 M Untuk Perbaikan Tanggul Tukad Mati
Pemecutan Kelod
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seperti diberitakan sebelumnya, kawasan Jalan Pura Demak di Desa Pemecutan Kelod Selasa (15/1) kembali terendam air akibat jebolnya tanggul Tukad Mati.
Asisten II Sekkot Denpasar Ketut Wisada, SE. yang ditemui dilokasi menyampaikan, setelah mendapat laporan dari warga pihaknya langsung mengerahkan Dinas PU untuk mengatasi melubernya air. Untuk langkah pengamanan pertama sekitar 6000 karung pasir didrop untuk memperkuat tanggul darurat.
Melihat topografi kawasan Jalan Pura Demak yang berada dibawah permukaan air, memang sangat rawan kembali terjadi banjir. Daerah ini juga diapit dua sungai, yakni Tukad Mati dan Tukad Teba. Namun menurut Ketut Wisada, pihak Pemkot terus mengadakan koordinasi dengan PU Propinsi Bali untuk dilakukan penguatan tanggul secara permanen.
”Harus ada langkah-langkah yang riil untuk mengatasi terulangnya musibah banjir ini,” tegas mantan Kabag Perekonomian Pemkot Denpasar ini.”Untuk mencegah terulangnya banjir masa mendatang kami telah berkoordinasi dengan Dinas PU Propinsi Bali. Karena ini merupakan proyek kegiatan PU Propinsi,” kata Wisada.
Sementara itu, Kasubdin Sumber Daya Air Dinas PU Propinsi Bali, Ir. Sura Adnyana mengatakan, bahwa PU Propinsi Bali sudah menyiapkan dana 3,125 Milyar. Dana diperuntukkan untuk membuat tanggul permanen di aliran Tukad Mati serta Tukad Badung.”Saat ini sudah proses tender dan mudah-mudahan bulan Februari depan pelaksaan kegiatan sudah dapat dikerjakan,” katanya. (Ags)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3227 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 724 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 670 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman