Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Demo Tolak Berkabung Soeharto Dibubarkan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Puluhan mahasiswa Universitas Udayana hari ini melakukan aksi demonstrasi menolak hari berkabung nasional, pasca wafatnya mantan Presiden Suharto. Demo akhirnya dibubarkan aparat keamanan karena dinilai mengganggu ketertiban umum.
Aksi demo menolak hari berkabung nasional pasca wafatnya mantan Presiden Suharto ini digelar di depan kampus Udayana Denpasar. Demo diikuti berbagai elemen mahasiswa mulai Frontier Bali, GMNI, dan berbagai elemen mahasiswa lainnya.Dalam aksinya para mahasiswa membentangkan poster dan spanduk yang berisi berbagai tuntutan. Selain itu mahasiswa juga melakukan orasi yang sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Dalam tuntutannya mahasiswa menolak ditetapkanya hari berkabung nasional selama 7 hari dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Menurut mereka, pasca meninggalnya mantan Presiden Suharto, bukan berarti melupakan semua kejahatan HAM yang dilakukan rezim orde baru.
“Kita menolak tegas penghormatan negara terhadap kematian bapak pelanggar HAM, Suharto, dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Dia tidak pantas menerima itu,” kata Abdul Haris, salah seorang pendemo.
Selain itu, pendemo juga menilai Presiden SBY–JK bersikap tidak adil dengan bersikap sangat manusiawi terhadap Suharto tapi tidak peduli terhadap korban kejahatan HAM.Demo akhirnya dibubarkan oleh aparat Poltabes Denpasar karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Para pendemo kemudian melanjutkan aksi demo di dalam kampus Udayana. (ags)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3227 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 724 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman