Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Dewan Usulkan Penanganan LPJ di Badung Dikerjasamakan Dengan Pihak Ketiga
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyebut dewan sempat mengusulkan agar penanganan lampu penerangan jalan (LPJ) di Kabupaten Badung dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Hal ini untuk mendukung penanganan cepat laporan masyarakat terkait LPJ.
"Harapan saya ke depan bisa nggak dikerjasamakan? Mudah-mudahan dalam regulasi bisa dimungkinkan dengan pihak ketiga," jelas Anom Gumanti, belum lama ini di Badung.
Dirinya menyebutkan, pemerintah harus menjamin keberadaan LPJ di Badung selalu dalam kondisi baik. Terutama di kawasan vital pariwisata seperti wilayah Kuta, Kuta Utara dan Kuta Selatan.
Dirinya meminta eksekutif untuk merancang agar ada semacam sistem terorganisasi menyangkut laporan lampu jalan yang mati. Sehingga pogram Badung Terang berjalan tanpa ada masalah.
"Ke depan kalau kita tidak organize dengan baik, tidak ada sistem yang mampu meng-organize, saya kira kita selalu telat, dalam arti telat memperbaiki (LPJ)," jelasnya.
Dirinya menyampaikan, seberapa besar jumlah petugas dimiliki pemerintah yang khusus untuk perbaikan LPJ, juga tak akan mampu memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Gumi Keris.
"Kita minta terangnya. Misalnya di situ biaya lampu, biaya itu, berapa anggaran dia, setelah dipasang, berjalan, kita tinggal call centre saja, mereka yang selesaikan. Oh ini titik yang mati, mereka kerjakan," ujarnya.
Gumanti juga menyoroti kabel optik yang semrawut. Dirinya mengaku sering mendapat keluhan warga lantaran keberadaan kabel-kabel mengganggu estetika.
"Kabel optik ditambah yang milik BUMN, begitu banyak sekarang. Ini kadang sering mendapatkan pecut dari masyarakat," katanya.
Dirinya mendorong agar penataan kabel-kabel bisa segera ditangani sembari Dirinya, menyarankan ada inovasi berupa satu tiang untuk bersama.
"Kalau memang butuh regulasi, ayo kita buatkan regulasinya, dan tentu seizin pemerintah pusat juga. Kalau bisa itu, alangkah indahnya walaupun agak tinggi sedikit, ketimbang tiang yang banyak ganggu sekali," pungkas Gumanti.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4637 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2441 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2089 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1696 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1131 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun