Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Distan Gianyar Kawal Proyek Jepang untuk Naikkan Pendapatan Petani
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui dukungan terhadap berbagai program pembangunan pertanian, termasuk kerja sama internasional yang berorientasi pada peningkatan pendapatan petani dan keberlanjutan sektor pertanian.
Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, ke Subak Timbul, Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kamis (11/6/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari inspeksi pelaksanaan JICA Grassroots Technical Cooperation Project bertajuk Improving Income through Participatory Food Value Chain Development. Program tersebut menjadi salah satu proyek kerja sama internasional yang didukung penuh oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar.
Dalam proyek ini, Dinas Pertanian Gianyar berperan sebagai mitra strategis daerah yang mengawal pelaksanaan program agar sejalan dengan kebijakan pembangunan pertanian serta kebutuhan petani di lapangan.
Program yang diinisiasi Pemerintah Jepang melalui Universitas Waseda bekerja sama dengan Universitas Dwijendra Denpasar tersebut berlangsung selama tiga tahun, mulai November 2024 hingga Oktober 2027.
Selama pelaksanaannya, Dinas Pertanian Gianyar tidak hanya melakukan koordinasi, tetapi juga memberikan pendampingan teknis serta penguatan kapasitas petani agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat pertanian, khususnya anggota Subak Timbul.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Wayan Suarta, mengatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan sistem pertanian berbasis rantai nilai pangan atau food value chain yang melibatkan petani secara aktif dari proses produksi hingga pemasaran hasil pertanian.
"Melalui pendampingan Dinas Pertanian, petani padi skala kecil di Desa Pupuan didorong untuk tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memahami aspek penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran mandiri," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola hasil produksi secara lebih profesional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pengepul.
Dengan demikian, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga dan memperoleh keuntungan yang lebih optimal dari hasil usahanya.
Selain berfokus pada peningkatan pendapatan petani, Dinas Pertanian Gianyar juga memandang proyek kerja sama Jepang ini sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Gianyar.
Hal ini menjadi penting mengingat Gianyar memiliki kawasan sawah terasering yang menjadi bagian dari lanskap budaya Bali dan telah mendapatkan pengakuan dunia melalui status Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Menurut Wayan Suarta, peningkatan kesejahteraan petani menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan lahan pertanian produktif di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata.
"Upaya peningkatan kesejahteraan petani menjadi kunci dalam menekan alih fungsi lahan akibat perkembangan sektor pariwisata," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3880 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun