Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 28 Mei 2026
Ekonomi Dunia Kini Ibarat Terjebak di Lingkaran Setan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bank Indonesia (BI) mengibaratkan pergerakan ekonomi dunia layaknya vicious circle alias lingkaran setan. Sebab, satu kebijakan suatu negara berdampak terhadap ekonomi negara lain.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, gejolak ekonomi global yang saat ini dihadapi seluruh negara di dunia harus disikapi dengan kebijakan yang hati-hati dan terukur.
Pasalnya, ekonomi masing-masing negara memiliki karakteristik yang berbeda. Kebijakan yang diambil oleh negara maju pasti akan menimbulkan dampak rambatan ke negara-negara berkembang, tak terkecuali Indonesia.
"Dalam kondisi ekonomi global yang semakin borderless, reaksi kebijakan suatu negara akan mempengaruhi kondisi perekonomian negara lainnya," jelas Destry dalam Seminar dan Launching buku G20 oleh Core Indonesia, Kamis (27/10/2022).
Hal ini lah yang menurut Destry, laju perekonomian global layaknya 'lingkaran setan' yang tidak ada ujungnya.
"Hal ini akan jadi sebuah vicious circle (lingkaran setan) yang tidak ada ujungnya. Dibutuhkan sinergi dan semangat untuk pemulihan bersama," kata Destry lagi.
Oleh karena itu, untuk mencari solusi atas krisis yang terjadi, maka Presiden G20 menjadi salah satu forum penting untuk bisa menyepakati dan mempertahankan tujuan pembangunan global, mendorong perekonomian dunia yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.
Pasalnya, kata Destry setelah pandemi, pemulihan ekonomi global di tahun ini, dunia kembali dihadapkan pada ketidakpastian yang sangat tinggi yakni volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity (VUCA).
Adapun beberapa risiko yang meningkat saat ini, inflasi yang meningkat di berbagai negara akibat adanya global supply shock yang kemudian diperparah ketegangan geopolitik Rusia Ukraina.
Selanjutnya munculnya proteksionisme dan heat wave akibat dampak gangguan lingkungan.
Dengan demikian, melalui Presidency G20 Indonesia, maka Indonesia akan memprioritaskan agar setiap anggota menyuarakan pandangan agar tema recover together dan recover stronger main relevan.
"Berharap G20 ke depan akan jaga komitmen untuk menciptakan well calibrated, well planned, well communicated untuk mendukung pemulihan yang berkelanjutan, seimbang, dan inklusif untuk mendukung perekonomian global," jelas Destry.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2234 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2129 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1577 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1470 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli