Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Emas Kawin Rp200 Ribu Saja, Nominal Seserahan Bikin Melongo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gelaran pernikahan menjadi momen yang sakral bagi pengantin. Biasanya pengantin pria akan memberikan mahar atau seserahan berupa barang-barang unik.
Kali ini, ada kisah dimana seorang pengantin pria memberikan seserahan yang nominalnya bikin melongo. Seperti unggahan akun TikTok @minhamua, tampak sebuah seserahan yang cukup mengejutkan karena nominalnya yang tak main-main.
Seserahan tersebut berupa satu unit mobil Honda Brio dan satu unit motor Honda Scoopy. Jika ditotal, nominalnya mencapai Rp177 juta dengan rincian harga Honda Brio Rp156,9 juta untuk varian terendah dan Honda Scoopy Rp20,475 juta untuk versi terendah.
Menurut pengakuan pengunggah, pengantin pria hanya memberikan emas kawin seharga Rp200 ribu saja. Hal tersebut tak sebanding dengan nilai seserahan yang nominalnya tak main-main. Video ini pun mengundang reaksi dari warganet di kolom komentar.
"Terlalu pintar atau terlalu perhitungan cowo ya, mgkn kalau emas kawinnya emas atau berlian gak bisa dipakai bersama-sama, tapi kalau kendaraan kan bisa dipakai bersama," tulis @sag****.
"Lebih milih gedein emas kawin ketimbang seserahan. Kalau bisa kasih seserahan yang nilainya tidak turun di makan usia," beber @jack_****.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4718 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2162 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1787 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1213 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun