Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
Gagal Ginjal Akut Pada Anak Dipastikan Tak Terkait Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia tidak terkait dengan Covid-19.
Baca juga:
Lima Cara Mengatasi Lidah Pahit Saat Sakit
"Dari hasil pemeriksaan, tak ada bukti hubungan kejadian gagal ginjal akut dengan vaksin Covid-19 maupun infeksi Covid-19," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers daring, Rabu (19/10).
Dijelaskan Syahril bahwa kasus gagal ginjal akut umumnya terjadi pada anak usia di bawah enam tahun. Sementara program vaksinasi Covid-19 belum menyasar anak usia 1-5 tahun.
Sementara untuk infeksi, sebelumnya para dokter juga sempat mengecek keterkaitan infeksi virus corona penyebab Covid-19 dengan kasus ini. Gagal ginjal akut pada anak sebelumnya diduga sebagai salah satu bentuk MIS-C atau multisystem inflammatory syndrome in children yang merupakan dampak Covid-19.
Namun, hasil penelusuran tak mendeteksi adanya antibodi Covid-19 pada semua pasien gagal ginjal akut. Beberapa dilaporkan sempat terinfeksi SARS-CoV-2, sementara beberapa lainnya tak memiliki riwayat penyakit yang sama.
Alih-alih Covid-19, Kemenkes justru menemukan dugaan adanya senyawa tertentu dalam obat yang dikonsumsi pasien. Kendati demikian, Kemenkes masih belum bisa menyimpulkan hasil temuan tersebut.
"Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien, sementara ini ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal akut progresif atipikal ini," ujar Syahril.
Saat ini, Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ahli epidemiologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), farmakolog, dan Puslabfor Polri tengah melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti gagal ginjal akut.
Sebagaimana diketahui, hingga Selasa (18/10), tercatat sebanyak 206 anak terkena gagal ginjal akut progresif atipikal. Sebanyak 99 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Gagal ginjal akut progresif atipikal sendiri merujuk pada kondisi menurunnya fungsi ginjal. Akibatnya, ginjal tak dapat memproduksi urine yang membantu membuang racun atau limbah dalam tubuh.
Menurunnya frekuensi buang air kecil pada anak jadi salah satu gejala awal yang perlu diwaspadai. Segera bawa anak ke fasilitas layanan kesehatan jika terpantau mengalami penurunan produksi urine.
Selain itu perhatikan tanda-tanda lain yang dilaporkan banyak terjadi pada pasien seperti demam, diare, batuk-pilek, dan mual-muntah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4570 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2372 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2027 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1074 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun