Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Geger Penemuan Mayat Perempuan Misterius
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Pangandaran digegerkan dengan penemuan mayat perempuan misterius di daerah Kiaralawang, Dusun Ciawitali, RT 05, RW 05, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (19/10/2021) pukul 21.30 WIB.
Saat pertama kali ditemukan, mayat perempuan tersebut dalam kondisi kepala terbungkus kontong keresek.
Selain itu, kondisi mayat tersebut cukup mengenaskan. Pada tubuhnya terdapat bercak darah mulai dari kaki sampai ke tangan. Sementara itu kepalanya terbungkus kantong keresek hitam.
Terlihat korban memakai celana jeans dan jaket warna biru dongker. Kondisi mayat saat ditemukan pakaiannya tersingkap hingga terlihat bra yang dipakainya berwarna hijau.
Kepala Desa Pamotan Andi Suwandi membenarkan, adanya penemuan mayat perempuan paruh baya dalam kondisi kepala terbungkus kantong kresek. Identitas dari mayat tersebut juga belum diketahui.
“Iya benar ada informasi katanya ada penemuan mayat perempuan, kepalanya ditutup kantong kresek, belum tahu detailnya saya masih di pengajian,” singkatnya.
Sampai berita ini diunggah belum ada keterangan dari pihak kepolisian sektor Kalipucang terkait penemuan mayat yang terbungkus kantong kresek hitam.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4604 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2065 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1107 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun