Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
Gejala Tubuh Identik dengan Gagal Ginjal Akut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gejala gagal ginjal akut pada anak-anak yang biasanya dikeluhkan adalah batuk pilek atau demam. Padahal, gejala gagal ginjal akut tidak muncul pada saluran pernapasan.
Baca juga:
6 Makanan Ini Baik Untuk Kesehatan Jantung
Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lies Dina Liastuti mengatakan bahwa penyakit gagal ginjal akut justru menyerang saluran kencing.
Menurutnya, gagal ginjal ditunjukkan dengan gejala menurunnya frekuensi buang air kecil pada anak.
"Bahwa gejala (awal) gagal ginjal tentunya bukan batuk dan pilek. Gagal ginjal kan pada saluran kencing, (sedangkan) batuk pilek itu pada saluran napas," ujar Lies dalam konferensi pers daring, Kamis (20/10).
Memang, kemungkinan gagal ginjal akut menyebabkan batuk pilek dan demam tetap ada. Namun, gejala itu bisa muncul saat paru-paru telah terpenuhi cairan akibat racun yang tidak bisa keluar dari dalam tubuh.
"Walaupun nantinya bisa membuat gejala batuk kalau paru-parunya sudah terpenuhi cairan. Tapi, yang jelas gejala awal gagal ginjal bukan batuk dan pilek," kata Lies menambahkan.
Senada dokter spesialis anak konsultan Henny Adriani mengatakan bahwa menurunnya produksi urine menjadi tanda khas dari gagal ginjal akut. Kondisi ini membuat frekuensi buang air kecil anak berkurang.
"Pada tahap awal (gagal ginjal akut), memang paling sensitif itu kita melihat produksi urine," terang Henny, pekan lalu.
Oleh karena itu, Henny mengimbau orang tua untuk memperhatikan frekuensi buang air kecil anak. Dalam kondisi sehat, anak akan buang air kecil sebanyak 5-6 kali dalam sehari atau sama dengan 3-4 jam sekali.
"Kalau kurang dari itu, maka segera bawa (anak) ke dokter," tutur Henny.
Sementara, dalam tahap yang lebih parah atau saat fungsi ginjal menurun hingga 50 persen, gejala lain akan muncul, seperti badan yang membengkak, napas cepat dan pendek, gangguan elektrolit, hingga kejang akibat tekanan darah tinggi.
Ancaman gagal ginjal akut menghantui anak-anak Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah memberikan anjuran kepada para orang tua untuk tidak panik dan tetap tenang.
Namun, orang tua tetap waspada terhadap gejala utama pada gagal ginjal, yaitu pengurangan volume urine.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4567 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2370 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2024 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1074 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun