Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Genjot Produksi Padi, Bangli Tambah Luas Tanam Jadi 4.731 Hektar
BERITABALI.COM, BANGLI.
Pemkab Bangli menerapkan pola luas tambah tanam mencapai 4.731 hektar untuk mendukung Program Asta Cita dalam pemerintahan Presiden Prabowo. Dengan pola ini diharapkan produksi padi di Bangli bisa terus digenjot.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menerangkan, untuk mewujudkan ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat, yang menjadi atensi di Bangli adalah sisi produksi padi yang mesti terus digenjot.
Salah satu langkahnya dengan menetapkan pola luas tambah tanam sebanyak 4.731 hektar dari keseluruhan luas baku lahan sawah di Bangli yang mencapai 2.138 hektar.
Selama ini, dikatakannya, dalam setahun Bangli hanya bisa panen dua kali, melalui penerapan pola luas tanam. Diharapkan kedepan bisa lebih dari itu. Hingga saat ini, kabupaten Bangli masih kekurangan produksi beras sehingga harus didatangkan dari daerah luar.
"Jika pola luas tambah tanam ini bisa diterapkan, kami optimistis akan mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat khususnya di Bangli, sehingga swasambada pangan bisa terwujud," ungkapnya, Kamis (23/1/2025).
Diketahui, rata-rata produksi padi di kabupaten Bangli sebanyak 19.817,05 ton dan setelah dikonversi ke beras mencapai 12.433,22 ton. Sedangkan kebutuhan mencapai 554,41 ton per kapita per minggu dari penduduk kabupaten Bangli sebanyak 263.170 jiwa.
Untuk mengoptimalkan pola luas tambah tanam tersebut, pihaknya juga bakal mengintensifkan pemantauan di lapangan bekerjasama dengan pihak terkait utamanya jajaran Kodim 1626/Bangli.
Hal tersebut dilakukan, untuk mengatasi sejumlah kendala yang selama ini masih dihadapi petani di Bangli untuk meningkatkan produksi. Diantaranya, terkait sarana prasarana, ketersediaan pupuk, jaringan irigasi yang saat ini banyak rusak.
Untuk itu, pihaknya akan intensifkan kerja sama dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, baik pusat maupun daerah, sehingga program swasambada pangan bisa berjalan terwujud.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan