Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Gubernur : Terapkan Setelah Pilkada Selesai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Daerah Bali meminta Pertamina untuk menunda aplikasi smart card (kartu pintar untuk pembatasan pembelian BBM bersubsidi) di Bali. Harapan ini disampaikan Gubernur Bali Dewa Made Beratha dalam keteranganya di Renon, Senin (28/4). Dewa Beratha mengakui permintaan penundaan aplikasi smart card sudah disampaikan langsung kepada pertamina, ketika pimpinan pertamina menghadap ke Kantor Gubernur Bali beberapa hari yang lalu.
Penundaan aplikasi smart card di Bali, bukan karena Bali belum siap tetapi semata-mata karena Bali sedang menggelar proses pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Sekarang kan ada Pilkada, saya sarankan selesai pilkada,” kata Dewa Beratha. Menurut Dewa Beratha permintaan penundaan juga untuk meminimalisir gejolak-gejolak sosial di masyarakat. Sebab pelaksanaan aplikasi smart card yang bersamaan dengan Pilkada akan membuka peluang yang lebih besar munculnya gejolak sosial.
“Supaya tidak menimbulkan gejolak, masalah begitu, supaya tenang-lah pilkada di Bali,” tegas Dewa Beratha. Dewa Beratha berharap aplikasi smart card di Bali tidak dipaksakan, walaupun Bali ditunjuk sebagai salah satu daerah pilot project. “Kalau mau dilaksanakan sekarang, ditempat lain masih banyak yang bisa,” papar Dewa Beratha.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3306 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman