Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Harga Cabai di Jembrana Tembus Rp70 Ribu per Kg
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jembrana. Dalam sepekan terakhir, harga cabai kecil dan bawang putih mengalami kenaikan cukup signifikan, sementara bawang merah lokal serta daging ayam justru menunjukkan tren penurunan.
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada cabai kecil. Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, harga komoditas tersebut melonjak dari Rp50 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Pedagang sembako di Jembrana, Ayu Lestari, mengungkapkan bahwa lonjakan harga cabai dipicu oleh berkurangnya pasokan yang masuk ke pasar. Menipisnya stok membuat harga jual di tingkat pedagang mengalami kenaikan.
Baca juga:
Pertamina Umumkan Kenaikan Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
“Cabai naik karena stok menipis. Bawang putih juga naik sejak minggu lalu karena barangnya dari Jawa,” ujar Ayu Lestari, Rabu (10/06/2026).
Selain cabai kecil, harga bawang putih juga mengalami kenaikan cukup tajam. Dalam sepekan terakhir, harga bawang putih naik dari Rp24 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut dipengaruhi ketergantungan pasokan bawang putih dari Pulau Jawa. Perubahan distribusi dan ketersediaan barang dari daerah pemasok berdampak langsung terhadap harga di pasar-pasar Jembrana.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, bawang merah lokal justru mengalami penurunan harga. Saat ini bawang merah lokal dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.
Turunnya harga bawang merah dipicu meningkatnya pasokan hasil panen petani lokal yang membuat stok di pasaran melimpah. Kondisi tersebut mendorong harga jual menjadi lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, harga cabai besar masih bertahan stabil di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Harga minyak goreng merek Minyakita juga belum mengalami perubahan dan tetap berada di angka Rp21 ribu per liter.
Penurunan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam. Pedagang menyebut melimpahnya pasokan ayam di pasaran menjadi faktor utama yang menyebabkan harga jual turun.
Ketersediaan stok yang cukup membuat harga daging ayam lebih terjangkau dibandingkan beberapa waktu lalu. Kondisi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Para pedagang berharap pasokan berbagai kebutuhan pokok tetap terjaga sehingga fluktuasi harga tidak terlalu tajam dan daya beli masyarakat tetap stabil di tengah dinamika pasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5686 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2530 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan