Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ibu Hamil Kesurupan Arwah Koming
Beritabali.com, Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Upaya keluarga Ni Komang Ari Safitri (17) alias Koming, untuk menemukan siswi kelas satu SMA Gilimandala benar-benar tak kenal putus asa.
Hutan Bali Baratpun diobok-obok untuk menemukan Koming lantaran Mila (22), seorang ibu rumah tangga yang hamil anak pertama kesurupan yang mengatakan kalau Koming tewas dibunuh dan mayatnya dikubur di Hutan Bali Barat, tepatnya di rawa-rawa Sumur Kembar, Penginuman, Gilimanuk.
Dari informasi yang dihimpun, Selasa (22/9) pencarian Koming berdasarkan petunjuk Mila (22), warga Lingkungan Asih Gang VI Gilimanuk yang kesurupan arwah Koming dimulai sejak Senin (21/9) malam.
Ibu rumah tangga yang baru dua bulan menetap di Gilimanuk tiba-tiba kesurupan lantaran diduga dimasuki arwah Koming padahal sebelumnya perempuan asal Madura tersebut tidak mengenal Koming.
Entah mengapa, perempuan yang sedang hamil dua bulan ini tiba-tiba kesurupan dengan menggunakan bahasa Bali bercampur bahasa Indonesia yang logatnya mirip Koming memberitahu kalau dirinya dibunuh oleh pelaku yang menganiaya Abdi Talib (20) pemuda asal dusun Melaya Pantai, Melaya.
Saat itu dikatakan kalau laki-laki yang menghabisi nyawanya berisial D, asal Melaya dengan menghantam kepalanya menggunakan kayu. Setelah dibunuh, mayat Koming kemudian dibawa dengan sepeda motor lalu ditenggelamkan di rawa-rawa.
Mendengar petunjuk tersebut, keluarga Koming langsung mengobok-obok rawa-rawa di Sumur Kembar tersebut. Sayangnya, hingga pagi menjelang pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Setelah kerurupan itu, Mila sempat tersadar namun kembali kesurupan dan meminta agar Koming dicari lagi di lokasi yang sama dengan membawa sesajen agar mayat Koming yang disembunyikan wong samar (penghuni gaib kawasan sumur kembar) segera ditemukan dan mengancam sebelum Koming ditemukan arwah Koming tidak mau keluar dari tubuh Mila.
Petunjuk itu pun kembali diikuti oleh pihak keluarga Koming. Dengan membawa sesajen dan lengkap dengan pemangku, pencarianpun kembali dilakukan. Belum sempat melakukan pencarian, tiba-tiba dari hubungan telepon diketahui kalau Mila kembali kesurupan dan hanya mau ditemui oleh keluarga Mila.
Setelah ditemui, ternyata keluarga Koming diminta untuk mengosongkan wilayah itu dulu untuk dilakukan ritual persembahyangan sebelum melakukan pencarian. Setelah ritual berakhir, pencarianpun dilakukan.
Lima orang laki-laki tampak turun menelusuri setiap sudut di rawa-rawa tersebut, sementara yang lainnya mencari di sekitar areal itu. Sekitar dua jam pencarian, ternyata belum menemukan hasil.
Semua keluarga, masyarakat serta polisi yang membantu upaya pencarian tersebut pulang dengan tangan hampa. I Madetha Jaya, ayah Koming, mengatakan kalau dirinya bersama keluarganya akan terus melakukan pencarian sampai Koming ditemukan.
“Kami sudah pasrah. Jika anak saya sudah meninggal, kami ingin mayatnya bisa ditemukan. Apapun petunjuk yang kami dapatkan baik sekala (alam nyata) maupun niskala (gaib) akan kami lakukan,†terangnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5977 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan