Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Inggris Semakin Krisis, Angka Pengangguran Melonjak Tajam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Inggris saat ini semakin krisis imbas jumlah pengangguran yang semakin meningkat tajam.
Menurut data yang dirilis Office for National Statistics (ONS) pada Selasa (12/11), tingkat pengangguran di Inggris pada kuartal ke-3 2024 ini meningkat dari yang semula 4,0 persen menjadi 4,3 persen.
Jumlah pengangguran ini meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Sebab, para ekonom di Inggris awalnya mengira bahwa tingkat pengangguran di Inggris hanya akan meningkat sebesar 4,1 persen.
Menurut ONS, meningkatnya angka pengangguran di Inggris disebabkan oleh kebijakan kenaikan pajak bisnis dan usaha yang diberlakukan oleh pemerintahan baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Keir Starmer.
Imbas kebijakan ini, perusahaan-perusahaan di Inggris harus menanggung beban pajak yang besar sehingga mereka tidak mampu membayar karyawan lama maupun karyawan baru, demikian dikutip dari AFP.
Hal ini, menurut ONS, juga turut membuat pertumbuhan lapangan pekerjaan melambat sehingga membuat tingkat pengangguran di Inggris meningkat pesat.
"Tingkat pengangguran kuartal ketiga yang melebihi ekspektasi dengan cukup signifikan. [Ini] menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah setelah anggaran di mana perusahaan menyaksikan peningkatan besar dalam kontribusi asuransi nasional," ujar manajer investasi di Wealth Club, Isaac Stell.
"Jika biaya tambahan ini membatasi perekrutan dan menyebabkan hilangnya pekerjaan, agenda pertumbuhannya yang disebut-sebut akan semakin diawasi," ia menambahkan.
Selain menaikkan pajak, Starmer juga berencana meningkatkan utang negara untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Kebijakan ini diberlakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Inggris.
Meningkatnya jumlah pengangguran di Inggris kini juga semakin diperburuk oleh menurunnya jumlah upah minimum.
Menurut ONS, pertumbuhan upah minimum reguler di Inggris kini hanya sebesar 4,8 persen. Pertumbuhan ini merupakan yang terendah dalam 2 tahun terakhir. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5883 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2584 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan