Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Investor Malaysia Tertarik Bangun Pabrik Mutiara di NTB
BERITABALI.COM, NTB.
Pemerintah Provinsi NTB berencana akan membangun pabrik pengolahan mutiara di kawasan lahan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB di Banyumulek, Lombok Barat. Kepastian itu disampaikan langsung Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H Mohammad Rum.
“Datuk Muh Azam adalah Managing Direktur Taza Force. Ada 3 devisi investasi yang direncanakan, yakni mining atau pertambangan, smart city dan pabrik pengolahan mutiara,” kata Mohammad Rum.
Disebutkan Rum, dari ketiga sektor yang ingin disasar perusahaan asal Malaysia tersebut, pembangunan pengolahan pabrik mutiara di kawasan BRIDA NTB yang paling rasional untuk dilaksanakan. Terlebih karena proses dalam pengajuan izin pertambangan, terutama non mineral sangat panjang di Pemerintah Pusat, serta banyak ditemukan kendala di lapangan karena kebijakan OSS.
Sementara untuk investasi Smart City, masih terbentur dengan pola atau skema saat penerapan sistem yang akan dibangun di NTB. Sebagai contoh pemasangan kamera untuk memindai kendaraan yang telat bayar pajak di ruas-ruas jalan utama di Kota Mataram. Bisa saja manfaatnya dapat meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Hanya saja pihak investor menginginkan royalty terhadap penggunaan sistem tersebut. Artinya, setiap peningkatan pajak pendapatan pihak investor harus mendapat bagian. Hal ini tentu tidak menguntungkan Pemerintah Daerah dari segi perhitungan APBD.
”Smart City skemanya di APBD nanti susah jadi kita fokus pada pabrik mutiara saja karena sistemnya buy to buy dengan perajin,” jelasnya, dikutip radarlombok.
Tujuan pembangunan pabrik ini, supaya komoditi mutiara yang sebelumnya hanya dikirim dalam bentuk mentahan dapat diolah dengan baik dan bisa menambah nilai jual dari produk mutiara tersebut. Dampak lainnya dapat meningkatkan pendapatan dari para petani mutiara.
Adapun kapasitas pabrik pengolahan mutiara itu cukup besar dan segera dilakukan pembangunan, karena sudah ada lahan 1,5 hektare atau 2,5 hektare di kawasan BRIDA NTB.
Sementara itu, calon investor asal Malaysia, Datuk Azam menyampaikan secara teknis sistem teknologi-teknologi smart city yang mereka punya untuk diterapkan di NTB. Mulai dari bidang electricity, tax finance, fire management dan waste treatment.
“Kami juga niat untuk membangun kilang polishing mutiara dengan tujuan ekspor ke Abu Dhabi,UEA,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan