Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi dari Buleleng Tembus 10 Ribu Ekor
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, pengiriman sapi dari Kabupaten Buleleng ke luar Bali mengalami lonjakan tajam. Dalam periode Maret hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 10.070 ekor sapi telah dikirim untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan peningkatan pengiriman sapi terjadi seiring tingginya permintaan menjelang Idul Adha.
“Memang terjadi lonjakan untuk memenuhi kebutuhan hari raya Idul Adha,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data Distankan Buleleng, jumlah pengiriman sapi pada Januari tercatat sebanyak 782 ekor dan Februari sebanyak 610 ekor. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.174 ekor pada Maret.
Lonjakan tertinggi terjadi pada April dengan jumlah mencapai 9.870 ekor. Sementara pada pekan pertama Mei 2026, sudah ada tambahan 200 ekor sapi yang kembali dikirim ke luar daerah.
Sebagian besar sapi asal Buleleng dikirim ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan Umum Daerah Dharma Jaya. Selain itu, distribusi sapi juga menyasar sejumlah kota besar di Pulau Jawa hingga Makassar, Sulawesi Selatan.
“Sebagian besar ke Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan Dharma Jaya saja kita masih kekurangan,” kata Melandrat.
Meski permintaan meningkat drastis, harga sapi hidup di tingkat peternak Buleleng disebut masih stabil di kisaran Rp45 ribu per kilogram.
Di sisi lain, kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Buleleng saat ini dinyatakan relatif aman. Setelah sebelumnya sempat diwaspadai wabah lumpy skin disease (LSD) dan penyakit mulut dan kuku (PMK), kasus kini berhasil dikendalikan melalui vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah. “Sekarang sudah tidak ada. Kami bersyukur karena vaksinasi LSD terus kami lakukan,” jelasnya.
Meski begitu, pemerintah tetap meningkatkan pengawasan karena tingginya distribusi ternak antarwilayah berpotensi memicu penyebaran penyakit apabila tidak diawasi secara ketat.
Untuk memastikan sapi yang dikirim dalam kondisi sehat dan layak, Distankan Buleleng menerapkan pemeriksaan ketat sesuai standar operasional prosedur sebelum ternak diberangkatkan.
“Sebelum dikirim, sapi harus diperiksa dokter hewan atau petugas veteriner untuk memastikan layak dibawa ke luar daerah,” tutup Melandrat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4616 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan