Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 26 Mei 2026
Joe Biden: Pandemi Covid-19 di AS Sudah Berakhir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pandemi Covid-19 di Amerika Serikat sudah berakhir walau Negeri Paman Sam masih harus berurusan dengan penyakit tersebut.
Baca juga:
Heboh Putin Jalan Digandeng Erdogan
"Pandemi sudah berakhir. Kami masih punya masalah dengan Covid. Kami masih mengatasinya, tapi pandemi sudah berakhir," ujar Biden dalam acara bincang-bincang di CBS, seperti dikutip AFP, Senin (19/9).
Sembari berbicara, Biden terlihat berjalan di Detroit Auto Show. Ia kemudian menunjuk ke sekitar aula acara tersebut.
"Jika kalian lihat, tak ada lagi orang menggunakan masker. Semua orang tampaknya sehat, jadi rasa semuanya sudah berubah," tutur Biden.
Biden tak menjabarkan lebih lanjut data mengenai tren penularan Covid-19 di AS dan bukti bahwa pandemi di negaranya sudah berakhir.
Namun, pernyataan Biden ini senada dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan bahwa akhir pandemi Covid-19 "sudah di depan mata."
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins yang dirujuk CNN, kasus Covid-19 di AS memang berangsur turun dalam dua pekan belakangan, hingga mencapai sekitar 65 ribu kasus per hari.
Dari puluhan ribu kasus itu, sebagian besar bergejala ringan. Meski demikian, rata-rata kematian harian akibat Covid-19 di AS masih mencapai 400 orang.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pun menyatakan bahwa mereka kini lebih berfokus pada perawatan pasien bergejala parah ketimbang jaga jarak dan karantina.
Pernyataan teranyar Biden ini sendiri terlontar beberapa pekan setelah pemerintahan Biden meminta dana miliaran dolar ke Kongres AS untuk program tes dan vaksin mutakhir Covid-19 menjelang musim gugur.
"Walau kita terus melihat progres luar biasa terkait kemampuan untuk melindungi dan menangani Covid-19, kita harus tetap siaga," ujar Direktur Kantor Bagian Manajemen dan Bujet pemerintah AS, Shalanda Young, kepada Kongres.
Sebagaimana dilansir The Washington Post, Young kemudian berkata, "Untuk melakukan itu, diperlukan sumber daya tambahan. Itulah alasan kami meminta tambahan pendanaan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2139 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1982 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1469 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1352 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli