Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Kebakaran Hutan di Banyuwangi, BPBD Sebut Api Masih Kecil
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Wilayah Banyuwangi bagian barat terjadi kebakaran hutan, persisnya di wilayah Kecamatan Wongsorejo. Kebakaran telah terjadi sejak Minggu (28/8/2022) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala Desa Sidowangi Muansin mengatakan area yang mengalami kebakaran adalah pegunungan yang berada di barat desa setempat. Kendati demikian, jauh dari pemukiman warga.
"Benar ada kebakaran. Iya di gunung barat ini," kata dia, Senin (29/8/2022).
Dijelaskannya, hingga Senin asap masih nampak jelas di area yang sama. Ia menduga, kebakaran akibat kondisi kemarau.
"Biasa musim kemarau. Fenomena tahunan kalau kemarau memang gitu. Gak tau apa gesekan kayu kering," tegasnya.
Baca juga:
Viral Warteg Selamat dari Kebakaran Dahsyat
Terpisah Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli melaui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Yunus Kurniawan membenarkan insiden kebakaran tersebut. Kondisi terkini, api yang muncul masih belum begitu besar.
"Hingga kini apinya masih ada, tapi kecil. Ini memang fenomena tahunan yang terjadi setiap musim kemarau," kata dia.
Namun kondisi itu bukan berarti membuat pihak BPBD beleha-leha. BPBD masih terus melakukan pemantauan sembari menyiapkan skema untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
"Kami sementara masih koordinasi dengan pihak terkait seperti BMKG, Kodim, Forpimka dan Asper Banyuwangi utara. Satu atau dua hari ini kita akan kumpul untuk membahasnya," tandasnya. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang