Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Kebun Warga Porak Poranda Diamuk Kawanan Gajah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sejumlah hasil kebun dan hasil pertanian masyarakat di Desa Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh rusak parah akibat diamuk kawanan gajah liar, Minggu (28/3/2021).
Selain itu, kawanan gajah juga merusak satu unit rumah milik Masyudi (35) warga desa setempat dalam keadaan rusak parah.
“Gangguan gajah yang terjadi di desa kami sudah sangat sering terjadi, benar-benar membuat warga ketakutan,” kata Kepala Desa Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur Nagan Raya Aceh Oediyantri, sebagaimana dilansir Antara, Minggu.
Akibat musibah tersebut, sejumlah padi hasil panen masyarakat juga ikut rusak dan tak bisa digunakan, setelah dirusak kawanan gajah dan sebagian hasil panen ikut dimakan gajah.
Tidak hanya itu, sejumlah tanaman kebun dan palawija milik masyarakat yang bermukim di kawasan transmigrasi tersebut juga rusak, setelah diamuk kawanan gajah.
Pada Februari lalu, kata Oediyantri, kawanan gajah juga turut meneror masyarakat dan menyebabkan lahan kebun masyarakat di daerah pedalaman ini rusak parah.
“Kami berharap gangguan kawanan gajah liar ini segera diatasi, masyarakat sudah sangat khawatir,” kata Oediyantri mengharapkan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4467 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2259 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1015 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 952 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun