Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kisah Suartana, Yatim Piatu yang Berjuang Tetap Sekolah, Parta Beri Motivasi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di usia yang baru menginjak 15 tahun, I Wayan Suartana Adiputra harus menghadapi cobaan hidup yang datang bertubi-tubi. Remaja asal Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, ini kini menjalani hari-harinya sebagai yatim piatu setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Ayah Suartana telah berpulang ketika dirinya masih balita. Sejak saat itu, ibunya berjuang seorang diri untuk membesarkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, sosok yang menjadi satu-satunya sandaran tersebut kemudian juga meninggal dunia.
Kesedihan Suartana semakin dalam karena kakek dan nenek yang selama ini turut mengasuhnya telah lebih dahulu berpulang. Di tengah kehilangan orang-orang terdekatnya, Suartana kini harus belajar menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan.
Bagi warga sekitar, Suartana dikenal sebagai remaja yang pendiam, sopan dan rajin. Namun di balik sikap tersebut, tersimpan perjuangan berat. Kondisi ekonomi membuatnya berada di ambang putus sekolah karena kebutuhan hidup dan biaya pendidikan yang tidak mudah dipenuhi.
Meski demikian, Suartana tidak ingin menyerah pada keadaan. Ia masih menyimpan keinginan kuat untuk terus bersekolah dan mengejar masa depan yang lebih baik.
"Pendidikan menjadi satu-satunya jalan untuk mengubah masa depan," menjadi semangat yang terus ia genggam.
Tekad Suartana untuk tetap mengenyam pendidikan kemudian mengetuk kepedulian masyarakat. Komunitas relawan kemanusiaan Nang Etonk Bali mulai bergerak menggalang donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus biaya sekolah remaja tersebut.
Perhatian juga datang dari anggota DPR RI, I Nyoman Parta. Ia mendatangi langsung kediaman Suartana di Banjar Bonjaka, Selasa (4/8/2026).
Kehadiran I Nyoman Parta didampingi pihak keluarga, tokoh adat, warga dan rekan-rekan sekolah Suartana. Kunjungan tersebut tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga dukungan moral agar Suartana tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.
"Tetap semangat ya," ujar Parta memberikan motivasi.
Dukungan yang datang dari masyarakat, tokoh publik hingga para dermawan menjadi penyambung asa bagi Suartana. Di tengah kehilangan kedua orang tua dan keterbatasan ekonomi, kepedulian tersebut menjadi penguat agar remaja asal Sebatu ini tetap bisa bersekolah dan mengejar cita-citanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan