Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Kota Tenggelam dari Zaman Perunggu Kuno Muncul di Irak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kekeringan ekstrem menyebabkan kota berusia 3.400 tahun muncul kembali dari reservois di Sungai Tigris, Irak Utara.
Saat ini, para arkeolog tengah menggalinya sebelum air kembali naik.
Kota dari Zaman Perunggu kuno itu merupakan situs arkeologi yang disebut Kemune dan peninggalan Kekaisaran Mittani.
Merupakan sebuah kerajaan kuno yang memerintah bagian utara Mesopotamia dari sekitar 1500 SM sampai 1350 SM.
Para ilmuwan sebelumnya telah mengetahui sisa-sisa kota, tetapi hanya dapat menyelidikinya selama musim kemarau.
Para arkeolog menggali sebagian Kemune pada 2018 dan menemukan sebuah istana yang hilang dengan dinding, serta kamar setinggi tujuh meter didekorasi dengan lukisan mural.
Kali ini, para peneliti memetakan sebagian besar kota, termasuk kompleks industri dan fasilitas penyimpanan bertingkat yang kemungkinan menyimpan barang-barang dari seluruh wilayah.
"Hasil penggalian menunjukkan bahwa situs tersebut merupakan pusat penting di Kekaisaran Mittani," kata Hasan Qasim, arkeolog yang bekerja di situs tersebut dan ketua Organisasi Arkeologi Kurdistan, dikutip dari Live Science, Senin (6/6/2022).
{bbsaparator}
Kemune adalah satu-satunya pusat kota yang diketahui dari Kekaisaran Mittani yang terletak langsung di Sungai Tigris.
Menurut para ahli, gempa Bumi kemungkinan besar menghancurkan sebagian besar kota pada sekitar 1350 SM, tetapi beberapa reruntuhannya terpelihara di bawah tembok yang runtuh.
Kemune pertama kali ditemukan pada 1980an selama pembangunan Bendungan Mosul, tetapi para arkeolog tidak dapat langsung menyelidiki situs tersebut.
Para peneliti menemukan kembali Kemune pada 2010, tetapi tim tetap tidak dapat menggali sampai ketinggian air waduk cukup rendah selama kekeringan besar pada 2018.
Tim ilmuwan memiliki kesempatan kedua untuk menganalisis kota pada 2022 karena Irak perlu menggunakan air waduk untuk mencegah tanaman mengering dan gagal panen akibat kekeringan parah.
Hingga saat ini, tim telah menemukan lebih dari 100 piringan tanah liat dari periode Asyur tengah.
Setelah Kekaisaran Mittani berakhir, orang Asyur membangun pemukiman baru di Kemune dan piringan tanah liat tersebut, mungkin berisi tulisan tentang perubahan kerajaan ini.
Tetapi para ilmuwan belum mengetahui apa yang tertulis di teks tersebut.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4467 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2259 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1015 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 952 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun